advice from warren buffet

Hei…walaupun mungkin agak terlambat, mumpung masih Februari, ini ada nasihat bagus menghadapi 2009 dari Opa Warren…Hope we become wiser this year, not just older. SEMANGAT !!!

================================================================

We begin this New Year with dampened enthusiasm and dented optimism. Our happiness is diluted and our peace is threatened by the financial illness that has infected our families, organizations and nations.

Everyone is desperate to find a remedy that will cure their financial illness and help them recover their financial health. They expect the financial experts to provide them with remedies, forgetting the fact that it is these experts who created this financial mess.

Every new year, I adopt a couple of old maxims as my beacons to guide my future. This self-prescribed therapy has ensured that with each passing year, I grow wiser and not older.

This year, I invite you to tap into the financial wisdom of our elders along with me, and become financially wiser.
Ø Hard work: All hard work bring a profit, but mere talk leads only to poverty.
Ø Laziness: A sleeping lobster is carried away by the water current.
Ø Earnings: Never depend on a single source of income. [At least make your Investments get you second earning]
Ø Spending: If you buy things you don’t need, you’ll soon sell things you need.
Ø Savings: Don’t save what is left after spending; Spend what is left after saving.
Ø Borrowings: The borrower becomes the lender’s slave.
Ø Accounting: It’s no use carrying an umbrella, if your shoes are leaking.
Ø Auditing: Beware of little expenses; A small leak can sink a large ship.
Ø Risk-taking: Never test the depth of the river with both feet. [Have an alternate plan ready]
Ø Investment: Don’t put all your eggs in one basket.

I’m certain that those who have already been practicing these principles remain financially healthy.

I’m equally confident that those who resolve to start practicing these principles will quickly regain their financial health.

With Best Regards,
Warren Buffet

February 23, 2009 at 11:14 am 2 comments

nostalgi(L)a

Gara-gara (baru) baca The Secret Life of Bees, plus nonton ‘Jersey Girl’, ditambah hormon hamil dan demam foto-foto lama di Facebook, saya jadi teringat banyak hal jaman dulu kala. Banyak yang udah lupa juga sih 😉 Tapi jadi kepikiran untuk menulis sebagian cerita hidup saya. Yah, minimal buat dibaca anak saya kalau dia besar nanti. Biar dia tau cerita ibunya juga 😉 Dari saya langsung, dan punya pendapat sendiri tentang saya. Apapun itu. Bukan dijejali pendapat orang-orang.

Dan karena saya cuman tahu menulis sebagai sarana menyampaikan apapun yang ingin saya sampaikan SEKARANG untuk dibaca NANTI, jadi ya blog inilah yang jadi sarana :D. Yang tidak terlalu privacy, tentu. Yang privacy? Saya tulis di tempat lain, maaf, bukan konsumsi publik 😉 Jadi mulai sekarang blog ini isinya juga akan ada nostalgi(L)a pengalaman saya. Nggak ada kronologis waktu, yang kebetulan saya ingat, akan saya tulis. Ini untungnya punya blog sendiri, suka-suka mau nulis apa hehehe

September 2002

Saya lulus S-1 dari FEUI jurusan Studi Pembangunan, konsentrasi Ekonomi Sumber Daya Alam. 5 tahun kuliah. Banyak cerita, yang mungkin akan saya ceritakan lain waktu. Ada tawaran untuk kerja di sektor swasta, tapi saya lebih memilih kerja di NGO lingkungan hidup, Conservation International. Saya udah mulai jadi volunteer kemudian jadi staf temporer di situ dari tahun 2001 (atau 2000, lupa!). I like the job, the people, the environment. Sambil kerja, saya udah niat, mau sekolah lagi. Kemana? Tujuannya Eropa. Saya nggak suka USA (maaf buat yang suka…tapi itu benua terakhir yang saya minati untuk kunjungi, kalau sudah tidak ada benua-benua lain yang bisa dijelajahi ;)). Saya mau kuliah, sambil jalan-jalan (kenyataan yang kemudian terjadi adalah jalan-jalan sambil kuliah, hahaha!). Europe is  heaven for backpacker. I must go there! Negara apa? Jerman – saya nggak bisa bahasanya. Prancis – idem! Saya cuman bisa bahasa Inggris. Jadi pilihan makin sempit, Belanda (yang memang banyak punya program berbahasa Inggris, dan penduduknya juga terbuka berbahasa Inggris) atau Inggris. Mulai cari-cari info. Apply STUNED (beasiswa untuk ke Belanda) dan Chevening (beasiswa untuk ke Inggris).

Ada perbedaan antara dua beasiswa itu. Kalau STUNED, kita apply ke universitasnya dulu. Baru setelah universitas menerima kita, acceptance letternya kita gunakan sebagai salah satu syarat mendaftar beasiswa. Kalau Chevening, daftar beasiswanya dulu, baru cari universitasnya. Mulailah saya sibuk cari info sekolah di Belanda. Saya pengen belajar kebijakan, public policy. Entah mengapa, dengan kenaifan saya waktu itu, menurut saya cara terbaik untuk memperbaiki dan memberi sumbangsih untuk negara tercinta ini adalah dengan ‘mengotak-atik’ para policy makernya…Once we have a good policy, dunia akan aman tenteram dan damai 🙂 Nggak ada rakyat kekurangan sembako, susah bayar uang sekolah, sakit nggak bisa bayar obat dll. Oh, I was young…(PS: akhir-akhir ini saya lebih suka kerja di grassroot level euy daripada di tataran kebijakan. Bikin frustasi dan emosi hehehe)

Setelah browsing, di Belanda, (waktu itu) hanya ada dua universitas yang menawarkan program Public Policy. University of Leiden (di Leiden) dan Institute of Social Studies (ISS – di Den Haag). University of Leiden sudah sering saya dengar. Pusatnya study tentang hukum. ISS? Naon? Waktu itu saya cuman membandingkan silabus kedua universitas itu, dan saya kok lebih tertarik dengan ISS. Programnya Public Policy and Management. Saya waktu itu nggak tau, ternyata ISS itu terkenal kalau di kalangan development workers. Spesialisasinya memang development studies, ilmu yang saya suka. Saya juga nggak tau kalau Den Haag adalah kota cantik yang elegant sekali, dan yang paling penting, dekat dari mana-mana, jadi mempermudah saya ketika (kemudian) jalan-jalan. Semuanya mengalir begitu saja. Saya pilih apa yang saya mau, mengikuti kata hati. Ah, saya memang berhutang banyak pada ‘kata hati’ saya. Impulsive? Biarlah…toh selama ini no harm done 🙂

Saya daftar. Tadinya tetap mau daftar keduanya (Leiden dan ISS), untuk jaga-jaga. Soalnya persyaratan pengalaman kerja saya belum cukup. Walaupun udah kerja mulai dari bangku kuliah, tapi saya kan lulus belum 1 tahun? Bidang study itu diperuntukkan untuk level menengah ke atas dalam pemerintahan dan manajemen. Bukan kuli kroco yang hobinya masih main dan cengengesan seperti saya. Iseng, ya coba aja, toh nothing to loose. Tapi yang Leiden akhirnya saya nggak daftar (lupa kenapa…me and my -sometimes- bad memories)

Maret 2003

Kok saya belum dapet juga pemberitahuan apakah saya diterima atau tidak? Teman saya yang daftar bareng udah dikabarin, dan diterima. Nekad, saya telpon ke bagian admissionnya ISS. Jawabannya melegakan: saya diterima, tapi email yang isinya acceptance letter saya ternyata bounce, mungkin karena filenya terlalu besar, jadi ditolak server kantor. Saya beri account email lain. 2 hari kemudian, yes, I got my acceptance letter! Yupiiieee!

Saya inget bangeut deadline STUNED itu akhir Maret (selalu akhir Maret setiap tahun), jadi mulailah saya sibuk buat segala macem. Motivation letter why they should accept me, why Netherlands, why development study, why public policy, recommendation letter, dan segala perintilan lain. Akhir Maret, pas d-day deadline, saya submit aplikasi saya (me and deadline :P)

Ibu saya sedang sakit keras waktu itu. Kanker mulut rahim. Opname di RS berbulan-bulan, saya dan adik-kakak saya juga gantian nginep. Pergi dan pulang kantor dari RS. Mitra Keluarga, Medistra, terakhir Dharmais. Ibu saya dari dulu nggak setuju saya sekolah ke luar negeri. Setelah beliau meninggal, baru bapak saya bilang alasannya. Takut saya kawin sama bule, dan dibawa keluar Indonesia. Hahahaha, what a reason! (tapi hampiiirrrr ya Ma hihihi :p). Herannya, waktu sakit, beliau sudah mulai merestui keinginan saya untuk cari sekolah di luar negeri.

Mei (atau Juni – lupa) 2003

Saya dapet berita kalau saya tidak diterima STUNED. Saya memang sudah siap. Coba lagi tahun depan. Toh, acceptance letter di ISS berlaku untuk dua tahun. Saya juga belum 1 tahun lulus. Umur 24 tahun. Ditambah ibu saya sakit. Yah, memang bukan tahun ini.

8 Juli 2003

Ibu saya meninggal. Itu kehilangan terbesar pertama yang pernah saya rasakan. Tapi saya bersyukur, Mama bisa lepas dari penyakitnya. Bisa kembali ke Sang Maha Segala, yang pasti bisa merawat Mama jauh lebih baik dari kami semua di sini (I wrote once, a really long one, about my mom. Mau publish, pas baca, nangis lagi. Jadi ya nggak tau dimana sekarang. Ntar saya cari lagi kalau masih ada hehehe)

Kira-kira 8-10 hari setelah ibu saya meninggal, dan saya kembali ke Jakarta (ibu saya dimakamkan di Lampung), ada telpon dari STUNED. Saya dapet kesempatan untuk interview lagi. Mereka mempertimbangkan aplikasi saya! Aneh bangeut! Kan saya udah ditolak? Tapi ya saya jalani saja.

Beberapa hari, keluar hasilnya. Saya diterima! Full scholarship to ISS! Leaving Indonesia on August! Ternyata mereka menghitung juga pengalaman kerja saya selama kuliah, yang memang sudah saya jalani 3 tahun lebih.

Saya udah nggak ngerti apa perasaan saya waktu itu. Campur baur. Sedih karena Mama. Senang, excited, nervous, bingung, ambil nggak ya? Saya meninggalkan keluarga saya dalam keadaan begini? Saya bisa tabah ditinggal Mama karena melihat bapak, adik-adik dan kakak-kakak saya juga mencoba tabah. Saya kuat karena ada mereka. Sekarang saya harus pergi? Sendirian? Apa rencanaMu ya Allah…?

Bapak saya bilang saya harus kuat. Pergi, ini kesempatan bagus buat Dedek. Mama juga pasti senang kalau Dedek bisa pergi, bisa dapet beasiswa (ah, saya jadi ingat betapa gembiranya Mama waktu saya dapet beasiswa SMA, juga waktu saya lulus UMPTN dan tidak harus jual mobil untuk biaya kuliah).

Mungkin ini memang rencana Tuhan. Tuhan tahu apa dan kapan yang terbaik buat kita. Saya ditolak dulu beasiswanya, biar bisa nungguin Mama sampai Mama meninggal.

Masih seperti mimpi, saya memutuskan untuk berangkat. Mempersiapkan semua berkas-berkas yang dibutuhkan. Ngurus resign dari kantor. Pamit ke keluarga besar. Belanja koper dan keperluan lain. Browsing cari info kehidupan macam apa yang akan saya temui di sana. Semua saya jalani antara sadar dan tidak. Seperti mimpi. Pengurusan visa yang sempat memakan waktu lama dan membuat keberangkatan saya tertunda. Semuanya.

Akhirnya, September 2003, I was leaving for Netherlands ! Den Haag, to be exact!

PS: Beasiswa Chevening sempat saya ikuti prosesnya. Udah sampai tahap interview. Tapi saya nggak dateng. Soalnya Chevening itu apply tahun ini, berangkat tahun depan. Kalau STUNED, apply tahun ini, berangkat tahun ini. Saya kan kalau moodnya udah hilang, udah males 😛 Untung juga ternyata berangkat pas umur 24 tahun, tiket murah di Eropa (untuk youth) hanya berlaku sampai umur 26 tahun. I still have lots of time. Pas! 😀

February 1, 2009 at 8:24 am 3 comments

30 weeks

outside

30-weeks

inside

pipiku tembem, I wonder where it comes from 😉

ganteng-ya

sleepy…hoaaahmmmm…

(hobiku kalau siang tidur, kalau malem begadang nendang-nendang)

ngantuk

ngemut jari

ngemut-jari

pusiiiinnnggg…

(mirip bapakku kalau lagi ada network error di kantornya hehehe)

pusing-ada-trouble-di-kantor

hayoooo…am I a baby boy or girl? 😉

ini-apaku-hayooo

January 13, 2009 at 4:48 am 7 comments

annual (financial) check up

financial-image

Mumpung masih bulan Januari, kita check up tahunan yuk..Jangan cuman kesehatan badan aja, kesehatan keuangan juga harus di-check up lho. Ibaratnya lagi mau road-trip dari Jakarta ke Bali, apa kita masih di jalan yang benar? Kita lewat jalan tol (fast track) atau lewat jalan macet? Harus terus atau take a U-turn? Biar nyasarnya (kalau nyasar) nggak kejauhan 😉

1. Rasio cicilan hutang

Hari gini kayaknya jarang yang nggak punya hutang ya…Mulai dari cicilan kartu kredit, beli mobil/motor, sampai KPR/KPA. Lalu, cicilannya bagaimana? Rasio cicilan hutang yang baik adalah maksimal 30-35% dari penghasilan. Jadi kalau sekarang cicilan hutang Anda masih lebih dari rasio itu, ada 2 alternatifnya: lunasi hutang secepatnya (jual asset, hemat pos pengeluaran yang lain, dan jangan buat hutang yang baru) atau cari tambahan penghasilan lain.

2. Dana darurat, udah berapa?

Kalau urusan hutang udah beres, periksa kondisi ‘pundi-pundi’ yang isinya dana darurat yuk. Udah berapa banyak? Kalau di-PHK atau kehilangan sumber penghasilan, bisa bertahan hidup sampai berapa bulan? Idealnya, dana darurat ini besarnya 3-6 kali penghasilan bulanan (untuk yang single) atau 6-12 kali penghasilan bulanan (untuk yang sudah berkeluarga). Kalau belum ada dana darurat sama sekali? Ya harus mulai menabung, mau nggak mau alokasikan sebagian penghasilan untuk mengisi ‘kantong’ ini. Kalau belum ada dana darurat, lebih baik jangan investasi dulu. Kalau ada apa-apa, nanti investasinya jadi harus diambil, padahal kan investasi untuk jangka panjang. Nanti malah rugi.

3. Investasi

Kalau dana darurat udah aman, ayo mulai investasi! Menurut para financial planner, katanya rasio yang pas untuk investasi ini sekitar 25% dari gaji. Hayooo, udah segitu belum?

4. Kebutuhan bulanan

Berapa besar kebutuhan bulanan setiap individu/keluarga pasti beda-beda. Tergantung jumlah penghasilan, jumlah anggota keluarga dan gaya hidup. Kalau idealnya, jumlah pengeluaran bulanan itu jangan lebih dari 45% dari penghasilan (untuk yang sudah berkeluarga) dan jangan lebih dari 25% untuk yang masih single.

5. Asset oh asset…

Saya juga baru tau dari acaranya Aidil Akbar di O-channel, kalau idealnya kita harus punya asset yang nilainya sebesar:

Penghasilan setahun x usia : 10

Jadi misal penghasilan setahun 100 juta, usia 30 tahun, idealnya harus punya asset sebesar:

100 juta x 30 : 10 = 300 juta

Nah, berapa asset yang Anda miliki sekarang?

Semoga tahun ini kondisi keuangannya lebih sehat.

HAPPY NEW YEAR !!!

January 12, 2009 at 6:26 am Leave a comment

second trimester is over too…alhamdulillah…

::: Disclaimer :::

This post is also late… I am 30 weeks now

Yes, sekarang udah 28 minggu. Udah 7 bulan, entering the third trimester. Alhamdulillah, trimester kedua juga berjalan lancar, nyaris tanpa masalah yang berarti.

This is me during the second trimester:

1. Pengajian 4 bulanan

Kalau menurut Islam, pada usia kandungan 4 bulan, roh ditiupkan. Untuk itu, ada pengajian di rumah. Nggak banyak yang diundang, hanya keluarga, teman dekat, dan ibu-ibu pengajian yang dulu juga mendoakan pengajian ketika saya akan menikah. Ada beberapa surat dan ayat dari Al-Quran, yang biasanya dipanjatkan untuk 4 bulanan:

– Al-Mu’minuun (Surat ke-23, ayat 12-14)
– Lukman (Surat ke-31, ayat 14)
– Yusuf (Surat ke 12, ayat 1-16)
– Maryam (Surat ke-19, ayat 1-15)
– Ar Rahmaan (Surat ke-55, ayat 1-78)

Semoga sehat ya nak..jadi anak baik..amien…

img_1568

img_1596psstt, ini saya yang pojok kiri bawah, kayak ku klux klan :p

2. Mual bin muntah

Iya, saya muntah banyak bangeut waktu menginjak awal trimester kedua. Untung cuman sekali. Seorang teman (sedang hamil juga, 3 bulan lebih dulu dari saya), ketika tahu bahawa saya tidak mual muntah pada trimester awal, bilang gini, “belum Dek…sekarang mah bayinya belum cukup besar untuk menekan lambung, jadi masih nggak mual. Tunggu aja ntar 4 bulan.”. Agak khawatir juga saya nunggu 4 bulan, kalau benar katanya begitu, waduh, saya mual dong. Nggak mau 😦

Memasuki 4 bulan, kok saya nggak mual juga…? Saya mulai khawatir lagi (payah deh orang hamil, apa-apa khawatir…A salah, minta B. B kejadian, masih khawatir juga..huuuu..). Khawatir apakah bayi saya terlalu kecil? Apakah pertumbuhannya terhambat, makanya dia jadi nggak cukup besar untuk menekan lambung saya dan membuat saya mual…? (Aneh kan pikirannya? Saya juga kalau pas lagi waras pasti menganggap itu pikiran makhluk yang aneh…)

Beberapa hari saya kepikiran gitu terus, sambil berdoa semoga bayi saya baik-baik saja dan harap-harap cemas nunggu jadwal periksa dokter berikutnya. Percaya nggak percaya, saya lalu mual hebat. Muntah-muntah sampai lemas. Kayaknya seluruh isi perut keluar 😦 Setelah kejadian itu, saya kapok. I will never doubt your existence again, kiddo! You dont need to prove that you’re healthy and big enough by making me nausea and vomit. Once is more than enough. Thank you 😉

3. USG 4 dimensi

Ada yang bilang USG 4 dimensi nanti aja pas udah 7 bulanan. Karena bayi udah cukup besar, dan udah lebih keliatan muka cakepnya kayak gimana. Saya kemarin periksa USG waktu kandungan usia 20 minggu. Untuk deteksi dini down syndrome dan kelainan lain pada janin. Periksa ke dr. Dario Turk, di Menteng. Dokternya enak, dan ahli bangeut periksa-periksa semuanya. Mulai dari katup jantung, pembagian otak, panjang jari (anak down syndrome panjang dan bentuk jarinya ternyata beda dengan anak normal), jumlah cairan di leher bayi (yang ternyata juga menentukan bayi itu mengidap kelainan atau tidak), lingkar kepala, plasenta. Lengkap dan detil. Rahman yang biasanya nggak gampang impress dengan orang yang mengoperasikan komputer (mungkin karena dia merasa jago hehehe), amazed liat keahlian dokter itu ngotak-ngantik komputer dan mesin USG 4 dimensinya. Ukur sana ukur sini, sambil ngoceh apa artinya pengukuran yang beliau lakukan. Katanya, saya bisa tidur nyenyak. The baby is fine. Pheewww!!!

Ini hasil USG 4 dimensinya. Belum begitu jelas mukanya, karena masih 4.5 – 5 bulan waktu di-USG. Ntar mau USG lagi di trimester tiga, pengen liat mukanya lebih jelas hehehe

lagi-bobo

5. My energy is back!

Dulu waktu trimester awal kan bawaannya ngantuk dan capek melulu. Kalau orang banyak bilang, trimester kedua ini yang terbaik, emang bener deh. Saya seperti mendapatkan energi saya yang hilang lagi. Walaupun nggak seperkasa (halah!) waktu belum hamil sih. Tapi lumayan lah, tahan begadang lagi. Yupie deh! Terus udah boleh nyetir lagi. Tapi bulan-bulan terakhir, 6 bulan ke atas, saya berhenti lagi. Pegel punggungnya. Mana musim hujan, jalan macet dimana-mana 😦

6. Rejeki bayi

Ini percaya nggak percaya juga. Sering denger orang bilang, anak bawa rejeki (makanya mungkin program KB di pedesaan kurang berhasil ya :D). Saya nggak pernah mikirin sebelumnya. Tapi kehamilan kali ini, saya jadi bener-bener takjub. Rejeki saya (dan keluarga saya) banyak amat ya…Rejeki orok? Entahlah…Yang pasti, alhamdulillah…

Ini beberapa yang saya ingat: Lebaran dapet voucher Carrefour 1 juta, dan voucher Mitra Adi Perkasa (yessss! Kan banyak produk yang saya suka dari perusahaan ini hehehe) 700 ribu. Senaaannnggg…Makasih ya Allah…

Rahman dapet tawaran 4 kerjaan baru. Iya, empat! Nggak tanggung-tanggung. Milihnya juga jadi bingung (sombooonnngggg…hahahaha…!). Kalau akhirnya keputusan yang diambil adalah yang sekarang, believe me, it was not such an easy decision. Buat Rahman. Buat saya. Tapi insya Allah ini yang terbaik buat keluarga kami, buat karirnya Rahman ke depan…amien…

Saya sendiri? Saya ‘terpaksa’ menolak 2 tawaran kerjaan…Sombonnnggg jugaaaa…hahaha…! Waktu mulai ngasong-ngasong awal tahun ini, saya pikir bakalan agak susah menjaga kesinambungan ada pekerjaan terus, tanpa jeda. Dapet kerjaan sih saya optimis. Tapi saya pikir pasti ada jeda 1-2 bulan antar pekerjaan. Dan kalau memang itu konsekuensinya, saya insya Allah siap…Lha sekarang? Saya sempat mengerjakan dua pekerjaan sekaligus. Dua-duanya asongan – satu kuli harian, satu bulanan. Di tengah jalan ada tawaran satu lagi, kuli harian juga, dengan rate yang cukup buat beli stroller lucu bangeut itu hehehe Takut kecapekan mengerjakan 3 pekerjaan walaupun nggak sampai sebulan, saya mundur. 2 saja lebih dari cukup, saya masih banyak waktu luang buat jalan-jalan hehehe Pertengahan Desember saya selesai di satu kerjaan, niat fokus ke satu kerjaan aja sampai nanti melahirkan. Dan kaget waktu buka inbox ada email dari senior saya (yang biasanya juga nggak pernah email) nawarin nguli harian juga. Dua-duanya udah saya ‘forward’ ke teman-teman lain. Saya cukup satu aja deh sampai Juni tahun depan 🙂 Tapi jangan kapok nawarin saya kerjaan ya hehehe

Yang lebih buat surprise, keberuntungan saya di lucky draw. Kalau masalah kerjaan, sebelum ini alhamdulillah emang lancar-lancar aja. Tuhan kan emang Maha Baik 🙂 Waktu ikutan umpel-umpelan bin desak-desakan di midnight salenya Senayan City, pas bayar, tiba-tiba ada bunyi nguing-nguing gitu. Saya pikir, yaaahhh, abis deh jatah waktu belanjanya. Soalnya udah jam 1 pagi, katanya salenya sampai jam 12 doang. Eh, ternyata saya dapet voucher Debbenhams! 1 juta rupiah! Yupppieee…Belanja lagi! 😀

Terus sabtunya ikutan seminar PESAT, soal ASI dan tata laksana bayi baru lahir dan kuning pada bayi baru lahir (jaundice). Seminar ini ada tiap tahun, tapi kalau saya ikutan yang tahun depan, udah telat, anak saya (insya Allah) udah lahir. Eh, pas ada undian doorprize, saya dapet lagi! Ini fotonya (diambil dari website PESAT 9)

pesat91

Kalau misalnya nanti saya dapet lucky draw sekali lagi, saya mau cari undian yang berhadiah Mini Cooper ah..Siapa tau dapet hehehe

6. The baby

Terakhir periksa ke dokter, waktu 28 minggu, beratnya 1,009 kilo. Kalau menurut situs ini, 28 minggu itu standardnya kira-kira 2.2 pounds, atau 1.005 kg. Pas ya 🙂 Gerakannya makin asoy, seru sendiri. Seneng deh kalau pas dia seperti menanggapi ketika saya ajak ngomong, atau dengerin musik. Yang sehat ya nak…amien…

::: Semoga lancar terus sampai melahirkan nanti…amieenn… :::

7. The mommy

Hamil 7 bulan, naik 13.5 kilo hohoho…Kan katanya maksimal kenaikan berat badan perempuan hamil itu 2 kilo per bulan. Saya pas dong, nggak kelebihan, malah masih kurang setengah kilo hahaha…

Ini foto saya waktu pas 28 minggu…Tapi ternyata gak seberat yang saya bayangin kok, masih OK wara-wiri 😉

dedektujuh-bulan21


January 5, 2009 at 5:56 pm 8 comments

hypnobirthing – part 3

Sesi kedua hypnobirthing, we came on-time, yes!

Begitu masuk, agak kaget juga dengan tampilan ruangannya. Tidak ada bangku, melainkan jajaran kasur/matras yang dibentangkan bersisian. Masing-masing matras untuk satu pasangan. Lengkap dengan bantalnya. Waktu itu ada 6 kasur sesuai dengan jumlah pasangan.

Sesi dimulai dengan posisi tiduran. Sambil mendengarkan CD panduan dari Marry Mongan (si empunya HypnoBirthing) dengan suaranya yang tenang mendayu-dayu, bener-bener bikin ngantuk! Jadi ini cara relaksasi dengan teknik visualisasi. Setelah dipandu untuk melemaskan seluruh otot-otot di tubuh kita, kemudian kita diajak ‘memasuki’ suatu tempat yang menenangkan. Soal ‘tempat yang menenangkan’ ini, saya dan Rahman juga baru sadar setelah sesi berakhir. Ketika masing-masing peserta diminta untuk sharing apa yang dirasakan. Kami yang ditanya duluan, karena posisinya di pojok. Begitu giliran pasangan lain cerita perasaan mereka ketika memasuki ‘tempat yang menenangkan’ itu, saya dan Rahman bengong. Emang ada tadi..?!? Kita cuman sadar sampai pelemasan otot-otot, membayangkan aliran energi turun, membuka aura, abis itu…molor dengan suksesnya! DASAR KEBO! Ya, bayangin aja. Kamar gelap. AC sepoi-sepoi. Jam 3 sore. Ada CD dengan suara mendayu-dayu. Tewas lah kami berdua, untung nggak pake ngorok hehehe

Setelah itu ada teknik relaksasi lagi, yang dipandu sama Bu Lanny. Menggerakkan tangan dengan niat, ntar tangan lama-lama lemas dan bergerak sendiri. Tangan kiri saya agak bandel. Yang kanan sih lumayan bisa gerak-gerak sendiri. Musti rajin latihan nih…

Setelah itu sharing lagi…Intinya sama dengan sesi sebelumnya, dalam keadaan relax, kita akan lebih bisa mengontrol anggota tubuh kita.

Next: Last session onHypnoBirthing, ada sesi pijetnya. Horeee!

December 17, 2008 at 4:46 am Leave a comment

financial planning is NOT fun!

Saya masih ingat benar ‘perkenalan’ saya dengan nama-nama seperti S*fir Send*k dkk. Waktu itu, kira-kira setahun yang lalu, waktu ada promo HP CDMA Esia yang mulai mengeluarkan HP-HP murah. Lagi ngobrol-ngobrol mau beli type yang mana, seorang teman mengeluarkan kalkulator, mulai menghitung pendapatan, pengeluaran bulanan, dan tambahan pengeluaran kalau membeli tambahan 1 nomor HP lagi. Intinya, katanya, bedakan kebutuhan vs keinginan. Itu kata Safir Senduk, katanya lagi. Itu pertama kali saya dengar nama itu.

Dan saya spontan bengong. Idih, males bangeut! Beli HP yang (menurut saya) penting itu aja kok diitung-itung? Ada duit ya beli…Hidup kok ya dibuat susah! Mendzalimi diri sendiri!

Ngeliat saya yang bengong gitu, teman saya mulai nyerocos soal perencanaan keuangan, pentingnya budgeting, punya tujuan keuangan, dan lagi-lagi itu, bedakan keinginan dan kebutuhan. Saya langsung males lagi. Keinginan ya kebutuhan. Kerja susah-susah cari uang, buat apa kalau nggak untuk memenuhi keinginan, bukankah begitu?

Terus mulai ngomong soal investasi. Nah, ini saya agak tertarik. Retire young, retire rich, dan bisa bersenang-senang tanpa mikirin cari uangnya gimana. Liburan, HOREEEE !!!

Dari situ mulai deh saya beli buku, browsing, melahap semua soal keuangan, termasuk menulis di blog ini, supaya saya nggak lupa apa yang saya pelajari (dan mulai coba lakukan). Memang nggak semua saya tulis, malu-maluin soalnya kadangan hehehe Tapi lumayan lah, ada kemajuan, kalau saya liat blog-blog saya yang dulu, mana ada topik beginian 😉 I feel more like a responsible adult 😀 Ini benar-benar dunia baru buat saya. Jangan salah, saya memang lulusan ekonomi, tapi lebih ke ekonomi makro, dengan segala asumsi, perhitungan dan teori perekonomian makro (halah, better not discuss it here). Bukan finance, apalagi personal finance (maybe I should take another course in personal finance? menarik soalnya ternyata, saya suka hehehe :D). Untung juga kuliah ekonomi, jadi lumayan cepet ngeh soal inflasi, return on investment, pengaruh kondisi makro ke investasi (pribadi), interest rate…

Segala sesuatu kan katanya awalnya yang susah. Kalau udah jadi kebiasaan, jadi lebih gampang. Saya juga baru setahun ini mulai menata keuangan saya yang nggak seberapa. Makanya ditata, diplanning, biar yang nggak seberapa itu bisa maksimal. Sekarang sih masih ‘muda’, masih kuat cari uang lembur-lembur, tapi kita nggak mau kan diperbudak kerjaan terus? Diperbudak uang terus? Kerja keras cari uang, tapi uangnya nggak tau kemana, seperti menguap begitu saja. Nanti kalau pensiun gimana? Kalau dipecat kantor gimana? Kalau tiba-tiba ada resesi besar-besaran dan susah cari kerja gimana?

Saya dulu juga begitu 😦 Uang nggak tau abis kemana. Masih asik-asik aja, karena tiap bulan masih terima gaji. Beli mobil aja kalo nggak dipaksa kakak (dibayarin DP-nya, dan saya ‘terpaksa’ nyicil uang kreditnya yang ampun-ampunan itu tiap bulan), mungkin sampai sekarang saya belum punya mobil, tapi uang tetep abis nggak tau kemana. Urunan beli apartment juga gitu. Tau-tau kakak saya beli apartment 2 unit, dan saya ‘harus’ urunan bayar cicilannya yang bayarnya pake tunai bertahap itu. Ampuuunnn! Tapi sekarang saya bersyukur. Kalau nggak ‘dipaksa’ gitu, uang saya akan tetep abis, lengkap dengan tumpukan barang tak terpakai di gudang yang makin meninggi 😉

Masih belajar, masih salah-salah juga kadangan. Learning by doing, and mostly I did it wrong hehehe Makanya saya suka nyetanin teman-teman saya untuk mulai investasi dkk, jadi saya kan ada tambahan teman diskusi 🙂 Adik saya ikutan saya setanin juga. Dia suka juga tuh. Saya bangga, seumur dia, dia udah mulai mikirin investasi (mengingat dulu nazar lulus UMPTNnya adalah beli buku komik, heran juga dia bisa mulai mikirin investasi :D). Saya seumur dia dulu, wuahaahahah…!!! (btw, kalau mau baca blognya, di sini – http://ciwigunawan.blog.friendster.com).

Ternyata nggak se-menyiksa diri seperti yang saya kira. Justru kayaknya hidup lebih aman. Masih kok ikutan rebutan ke sale. Masih juga hunting tanggal merah, tiket murah, dan menghitung-hitung kapan uang saya cukup buat liburan. Masih hobi nyobain tempat makan.

Tapi kayaknya jadi lebih tenang. Karena saya tau, walaupun uang saya habis untuk berburu sale atau pernak-pernik gak penting kesukaan saya, tapi dana buat ngelahirin, buat sekolah anak, buat dana darurat kalau ada apa-apa, buat dana pensiun, alhamdulillah mulai terkumpul dikit demi sedikit, dan aman tersimpan di postnya masing-masing 🙂

So yeah, now I can say that financial planning is NOT indeed FUN! 🙂

December 10, 2008 at 6:51 pm 2 comments

haramkah bermain saham?

Almost the end of the year…Thought of starting my own stock portfolio since the middle of the year, unfortunately have no time to learn the fundamental thingy (yeah, right, no time to learn or not enough guts and courage to start? 😉 you can always made up reasons for sure). What I have now is Reksadana, not enough adrenaline, just follow what your MI decides…nggak seru hehehee

I think I am ready next year…GO GIRL! (psssttt, I am no longer a girl I think, will be 30 next year, haha!)

First thing first, halalkah bermain saham?

Ini ada beberapa referensi yang saya baca, siapa tau berguna juga buat yang mau ikutan main. Belajar bareng yuk 🙂

* Dari http://syariahonline.com

Pada dasarnya berinvestasi itu halal, yang membuatnya menjadi haram adalah bila terdapat beberapa faktor, misalnya:

1. Investasi Dengan Sistem Bunga / Interest

Di bursa saham itu harus anda pastikan bahwa sistem investasinya adalah investasi mudharabah, yaitu investasi bagi hasil. bukan sistem riba yang membungakan uang. Sebab bila investasi itu menggunakan pembungaan uang, maka hukumnya menjadi haram oleh sebab akadnya yang ribawi itu.

2. Investasi Pada Bidang Yang Halal

Anda juga pastikan bahwa investasinya pada perusahaan yang halal, baik produknya maupun metode pengembangan usahanya.Maka bila perusahaannya itu memproduksi babi, makanan haram, prostitusi, obat-obatan narkotika dan sejenisnya, maka investasi di bursa saham itu pun ikut haram.

3. Menghindari Investasi Yang Bersifat Spekulasi

Investasi dengan cara spekulasi yaitu sikap gambling/judi atau untung-untungan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya seraya merugikan investor lainnya. Spekulasi ini dilakukan antara lain melalui margin trading, short selling dan option dengan mengharapkan capital gain. Namun demikian tidak semua harapan keuntungan melalui capital gain dapat dikategorikan termasuk spekulasi.

Sedangkan margin trading, short selling dan option dilarang karena Islam tidak memperbolehkan seseorang menjual sesuatu yang tidak ada padanya/tidak dimilikinya. Selain itu ada laranan berbisnis dengan cara untung-untungan.

* Dari http://www.halalguide.info

Jual beli saham pada dasarnya adalah merupakan bentuk syirkah mudharabah, dimana antara pengusaha dan pemilik modal sama-sama berusaha yang nantinya hasilnya bisa dibagi bersama. Dalam hal ini, pemegang saham adalah pemilik modal dan bank sebagai pengusahanya. Hanya perlu diperhatikan masalah kehalalan usahanya. Bila bank tersebut adalah bank konvensional yang menggunakan sistem bunga ribawi, tentu saja seorang muslim tidak boleh mendukung jenis usaha tersebut. Karena bunga riba adalah sesuatu yang diharamkan Allah. Ayat tentang bunga riba ini ada di QS. Al-Baqarah : 275, QS. Al-Baqarah : 276, QS. Ali Imran : 130.

Sehingga membeli saham bank konvensional tersebut pun terlarang karena uang kita akan diputar dalam sebuah bisnis ribawi yang diharamkan. Hal yang sama juga berlaku pada saham perusahaan yang jelas-jelas produksi merupakan barang yang diharamkan syariat seperti minuman keras, rokok, usaha panti pijat dan sejenisnya.

Banyak sumber lain, bisa tanya ke om google. Saya cukup 2 itu aja, dengan fatwa halal dari MUI.

I got homework for next year, YAY! 😀

December 5, 2008 at 4:16 pm 2 comments

hypnobirthing – part 2

…mau nerusin tulisan soal hypnobirthing…

…to know more what is hypnobirthing, read part 1, here

Gabung di milis hypnobirthing, terus baca ada kelas hypnobirthing yang bakalan mulai. Langsung daftar. Sesinya setiap Sabtu sore, di RS Bunda, Menteng.

Setelah menyelesaikan urusan administrasi, saya dan Rahman langsung ke atas, ke ruangan kelasnya. Ada 6 pasangan yang ikutan, termasuk saya dan Rahman. Dari ke-6 pasangan itu, kandungan saya yang paling muda. Yang lain rata-rata sudah 7-8 bulan. Ada yang 6 bulan juga. Saya waktu itu baru sekitar 3.5 bulan. Kami datang agak telat waktu sesi pertama, begitu masuk udah ada video tayang. Untungnya pas jam istirahat, saya bisa minta ulang videonya. Jadi nggak ketinggalan.

Kelasnya dipandu sama Ibu Lanny langsung, yang suaranya emang buat adeemmm bangeut, kayaknya denger suaranya aja udah relax 😛

Video pertama tentang perkembangan janin. Dari mulai pembuahan, bagaimana perjuangan sperma yang ribuan itu dan hanya satu (kalau kembar ya lebih…) yang berhasil nembus dinding sel telur. Sampai ke pembelahan sel dari yang awalnya hanya satu sel itu sampai membentuk jantung, limfa, mata, kepala, tangan, kaki dan organ-organ tubuh lain selama 9 bulan dalam kandungan. Takjub bangeut ngeliatnya, Allahu Akbar…Takjub campur terharu. Saya sampai berkaca-kaca huhuhuhu…Kesimpulannya: peserta tercengeng hari itu adalah…DEDEK! (Rahman juga berkaca-kaca deng *caritemen*)

Yang jelas nonton video itu buat saya merasa jadi perempuan paling beruntung sedunia, berasa ajaib dan sakti bangeut 🙂 Melihat janin yang tanpa daya itu, saya pengen nangis lagi. Sekaligus janji, untuk nggak mensia-siakan titipan Tuhan yang satu ini…

Setelah nonton video, kemudian ada penjelasan dari Bu Lanny, campur cerita pengalaman-pengalamannya selama ini dengan pasien-pasiennya. Bu Lanny cerita detil soal pengalaman bayi saat berjuang keluar (ada videonya juga, takjub deh liatnya. Bayi sekecil itu tahu lho jalan keluarnya sendiri). Proses persalinan bisa jadi proses yang stressful buat bayi, ‘terpaksa’ keluar dari kenyamanannya selama ini. Padahal, dari sononya bayi sudah punya naluri untuk membantu proses kelahirannya sendiri. Kalau ibu relax, akan sangat membantu bayinya. Bayi justru akan membantu Ibu dalam proses ini. Ketika akan melahirkan, Tuhan udah ngatur supaya otot-otot panggul kita melemas, untuk mempermudah bayi keluar. Kalau ibunya stress, panik, otot panggul jadi mengeras, bayi makin susah untuk keluar, dan ibu makin kesakitan.

Dari cerita-cerita Bu Lanny, saya makin takjub lagi. Betapa bayi yang masih janin itu sebenarnya sudah mulai merekam emosi orang di sekitarnya, Ibunya terutama. Banyak penelitian membuktikan, lengkap dengan cerita pengalaman orang, kalau emosi Ibu selama proses kehamilan banyak mempengaruhi bayi dalam kandungan, bahkan sampai si anak besar, seperti menjadi gampang cemas, depresi, percaya diri atau tidak dan lain-lain. Panjang kalau diceritain satu-satu di sini, yang jelas NEVER UNDERESTIMATE A BABY. Walaupun masih janin (bahkan menurut Bu Lanny sampai nanti umur 2 tahun, spirit sang bayi masih melekat dengan ibunya), mereka sudah dikaruniai spirit dan kemampuan yang kadangan kita pikir nggak mungkin 😉

Setelah cerita-cerita itu, sesi kemudian dilanjutkan dengan latihan relaksasi dengan pernafasan. Tetap dengan posisi duduk, kita diajarkan untuk mengatur nafas sambil berkonsentrasi dipandu Bu Lanny dan diiringi alunan musik. Sempet jadi agak ngantuk juga, untung pas sesinya udah kelar, saya otomatis juga terjaga.

Sesi dilanjutkan dengan metode pendulum. Masing-masing peserta diberi pendulum, berbentuk seperti gantungan kunci dengan anakan bola kristal kecil. Dengan konsentrasi penuh, pendulum bisa bergerak ke kanan kiri sendiri, tanpa digerakkan oleh tangan kita. BERHASIL! YES! Saya berasa jadi Dedi Corbuzier, and feel ready to start bending a spoon next! Halah! Jadi, dalam kondisi relax, kita jadi bisa lebih konsentrasi dalam mengendalikan pikiran dan tubuh kita. Hubungannya dengan persalinan? Sama aja. Kalau nanti kita relax, pikiran dan tubuh bisa terkendali sehingga hormon endorphin bisa bekerja dengan semestinya, membantu mengurangi rasa sakit dan melemaskan otot tulang panggul, jadi sang bayi lebih gampang keluarnya…

…Next: Sesi 2 of the hypnobirthing class…

November 30, 2008 at 7:42 pm Leave a comment

puaaasss !

Saya punya sahabat dekat yang sudah seperti abang saya sendiri. Teman dari SMP, tapi baru dekat setelah lulus SMA dan kuliah. Dari dulu hobinya nyela saya, yang dibilang Cina murtadlah, tembemlah, pisces sensitif tapi kebo lah…wah, udah kebal rasanya becanda, berantem, sampai saling kritik pedas tak berdasar 😛

Saya menikah akhir Januari 2008, dia Mei 2008 (ikut-ikuutttt aja deh! :P). Ini saya puas (nyela). Karena dia menikah dengan seorang perempuan baik hati dan sabar (yang ini sangat saya syukuri :)), orang Manado berkulit putih yang notabene seperti Cina, dan agak…tembem! Padahal dulu dia (ngakunya dan memang semua mantannya) suka sama perempuan berpipi tirus…Huahahaha…

Tidak lama setelah dia menikah, dia telpon saya, katanya ****** (istrinya hamil). Saya juga baru beberapa hari sebelumnya tau kalau saya hamil 😛 Dengan puas, saya bilang ngelahirinnya pasti nanti Maret. Hidup Pisces! 😀

Beberapa waktu yang lalu, dia telpon lagi. Tanya HPL (Hari Perkiraan Lahir) saya.

Dan ini yang buat saya makin puasssss!

Saya lahir tanggal 11 Maret.

HPL saya (kata dokter saya) insya Allah tanggal 12 Maret 😀

HPL istri sahabat saya itu (kata dokternya) tanggal 13 Maret 😛

Wuahahahahaha…!

November 27, 2008 at 8:08 am 1 comment

Older Posts Newer Posts


Categories

…recommended…

...photos...photos...

…i am part of…

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

...since january 3, 2008...

  • 118,986 hits