Archive for December, 2008

hypnobirthing – part 3

Sesi kedua hypnobirthing, we came on-time, yes!

Begitu masuk, agak kaget juga dengan tampilan ruangannya. Tidak ada bangku, melainkan jajaran kasur/matras yang dibentangkan bersisian. Masing-masing matras untuk satu pasangan. Lengkap dengan bantalnya. Waktu itu ada 6 kasur sesuai dengan jumlah pasangan.

Sesi dimulai dengan posisi tiduran. Sambil mendengarkan CD panduan dari Marry Mongan (si empunya HypnoBirthing) dengan suaranya yang tenang mendayu-dayu, bener-bener bikin ngantuk! Jadi ini cara relaksasi dengan teknik visualisasi. Setelah dipandu untuk melemaskan seluruh otot-otot di tubuh kita, kemudian kita diajak ‘memasuki’ suatu tempat yang menenangkan. Soal ‘tempat yang menenangkan’ ini, saya dan Rahman juga baru sadar setelah sesi berakhir. Ketika masing-masing peserta diminta untuk sharing apa yang dirasakan. Kami yang ditanya duluan, karena posisinya di pojok. Begitu giliran pasangan lain cerita perasaan mereka ketika memasuki ‘tempat yang menenangkan’ itu, saya dan Rahman bengong. Emang ada tadi..?!? Kita cuman sadar sampai pelemasan otot-otot, membayangkan aliran energi turun, membuka aura, abis itu…molor dengan suksesnya! DASAR KEBO! Ya, bayangin aja. Kamar gelap. AC sepoi-sepoi. Jam 3 sore. Ada CD dengan suara mendayu-dayu. Tewas lah kami berdua, untung nggak pake ngorok hehehe

Setelah itu ada teknik relaksasi lagi, yang dipandu sama Bu Lanny. Menggerakkan tangan dengan niat, ntar tangan lama-lama lemas dan bergerak sendiri. Tangan kiri saya agak bandel. Yang kanan sih lumayan bisa gerak-gerak sendiri. Musti rajin latihan nih…

Setelah itu sharing lagi…Intinya sama dengan sesi sebelumnya, dalam keadaan relax, kita akan lebih bisa mengontrol anggota tubuh kita.

Next: Last session onHypnoBirthing, ada sesi pijetnya. Horeee!

December 17, 2008 at 4:46 am Leave a comment

financial planning is NOT fun!

Saya masih ingat benar ‘perkenalan’ saya dengan nama-nama seperti S*fir Send*k dkk. Waktu itu, kira-kira setahun yang lalu, waktu ada promo HP CDMA Esia yang mulai mengeluarkan HP-HP murah. Lagi ngobrol-ngobrol mau beli type yang mana, seorang teman mengeluarkan kalkulator, mulai menghitung pendapatan, pengeluaran bulanan, dan tambahan pengeluaran kalau membeli tambahan 1 nomor HP lagi. Intinya, katanya, bedakan kebutuhan vs keinginan. Itu kata Safir Senduk, katanya lagi. Itu pertama kali saya dengar nama itu.

Dan saya spontan bengong. Idih, males bangeut! Beli HP yang (menurut saya) penting itu aja kok diitung-itung? Ada duit ya beli…Hidup kok ya dibuat susah! Mendzalimi diri sendiri!

Ngeliat saya yang bengong gitu, teman saya mulai nyerocos soal perencanaan keuangan, pentingnya budgeting, punya tujuan keuangan, dan lagi-lagi itu, bedakan keinginan dan kebutuhan. Saya langsung males lagi. Keinginan ya kebutuhan. Kerja susah-susah cari uang, buat apa kalau nggak untuk memenuhi keinginan, bukankah begitu?

Terus mulai ngomong soal investasi. Nah, ini saya agak tertarik. Retire young, retire rich, dan bisa bersenang-senang tanpa mikirin cari uangnya gimana. Liburan, HOREEEE !!!

Dari situ mulai deh saya beli buku, browsing, melahap semua soal keuangan, termasuk menulis di blog ini, supaya saya nggak lupa apa yang saya pelajari (dan mulai coba lakukan). Memang nggak semua saya tulis, malu-maluin soalnya kadangan hehehe Tapi lumayan lah, ada kemajuan, kalau saya liat blog-blog saya yang dulu, mana ada topik beginian 😉 I feel more like a responsible adult 😀 Ini benar-benar dunia baru buat saya. Jangan salah, saya memang lulusan ekonomi, tapi lebih ke ekonomi makro, dengan segala asumsi, perhitungan dan teori perekonomian makro (halah, better not discuss it here). Bukan finance, apalagi personal finance (maybe I should take another course in personal finance? menarik soalnya ternyata, saya suka hehehe :D). Untung juga kuliah ekonomi, jadi lumayan cepet ngeh soal inflasi, return on investment, pengaruh kondisi makro ke investasi (pribadi), interest rate…

Segala sesuatu kan katanya awalnya yang susah. Kalau udah jadi kebiasaan, jadi lebih gampang. Saya juga baru setahun ini mulai menata keuangan saya yang nggak seberapa. Makanya ditata, diplanning, biar yang nggak seberapa itu bisa maksimal. Sekarang sih masih ‘muda’, masih kuat cari uang lembur-lembur, tapi kita nggak mau kan diperbudak kerjaan terus? Diperbudak uang terus? Kerja keras cari uang, tapi uangnya nggak tau kemana, seperti menguap begitu saja. Nanti kalau pensiun gimana? Kalau dipecat kantor gimana? Kalau tiba-tiba ada resesi besar-besaran dan susah cari kerja gimana?

Saya dulu juga begitu 😦 Uang nggak tau abis kemana. Masih asik-asik aja, karena tiap bulan masih terima gaji. Beli mobil aja kalo nggak dipaksa kakak (dibayarin DP-nya, dan saya ‘terpaksa’ nyicil uang kreditnya yang ampun-ampunan itu tiap bulan), mungkin sampai sekarang saya belum punya mobil, tapi uang tetep abis nggak tau kemana. Urunan beli apartment juga gitu. Tau-tau kakak saya beli apartment 2 unit, dan saya ‘harus’ urunan bayar cicilannya yang bayarnya pake tunai bertahap itu. Ampuuunnn! Tapi sekarang saya bersyukur. Kalau nggak ‘dipaksa’ gitu, uang saya akan tetep abis, lengkap dengan tumpukan barang tak terpakai di gudang yang makin meninggi 😉

Masih belajar, masih salah-salah juga kadangan. Learning by doing, and mostly I did it wrong hehehe Makanya saya suka nyetanin teman-teman saya untuk mulai investasi dkk, jadi saya kan ada tambahan teman diskusi 🙂 Adik saya ikutan saya setanin juga. Dia suka juga tuh. Saya bangga, seumur dia, dia udah mulai mikirin investasi (mengingat dulu nazar lulus UMPTNnya adalah beli buku komik, heran juga dia bisa mulai mikirin investasi :D). Saya seumur dia dulu, wuahaahahah…!!! (btw, kalau mau baca blognya, di sini – http://ciwigunawan.blog.friendster.com).

Ternyata nggak se-menyiksa diri seperti yang saya kira. Justru kayaknya hidup lebih aman. Masih kok ikutan rebutan ke sale. Masih juga hunting tanggal merah, tiket murah, dan menghitung-hitung kapan uang saya cukup buat liburan. Masih hobi nyobain tempat makan.

Tapi kayaknya jadi lebih tenang. Karena saya tau, walaupun uang saya habis untuk berburu sale atau pernak-pernik gak penting kesukaan saya, tapi dana buat ngelahirin, buat sekolah anak, buat dana darurat kalau ada apa-apa, buat dana pensiun, alhamdulillah mulai terkumpul dikit demi sedikit, dan aman tersimpan di postnya masing-masing 🙂

So yeah, now I can say that financial planning is NOT indeed FUN! 🙂

December 10, 2008 at 6:51 pm 2 comments

haramkah bermain saham?

Almost the end of the year…Thought of starting my own stock portfolio since the middle of the year, unfortunately have no time to learn the fundamental thingy (yeah, right, no time to learn or not enough guts and courage to start? 😉 you can always made up reasons for sure). What I have now is Reksadana, not enough adrenaline, just follow what your MI decides…nggak seru hehehee

I think I am ready next year…GO GIRL! (psssttt, I am no longer a girl I think, will be 30 next year, haha!)

First thing first, halalkah bermain saham?

Ini ada beberapa referensi yang saya baca, siapa tau berguna juga buat yang mau ikutan main. Belajar bareng yuk 🙂

* Dari http://syariahonline.com

Pada dasarnya berinvestasi itu halal, yang membuatnya menjadi haram adalah bila terdapat beberapa faktor, misalnya:

1. Investasi Dengan Sistem Bunga / Interest

Di bursa saham itu harus anda pastikan bahwa sistem investasinya adalah investasi mudharabah, yaitu investasi bagi hasil. bukan sistem riba yang membungakan uang. Sebab bila investasi itu menggunakan pembungaan uang, maka hukumnya menjadi haram oleh sebab akadnya yang ribawi itu.

2. Investasi Pada Bidang Yang Halal

Anda juga pastikan bahwa investasinya pada perusahaan yang halal, baik produknya maupun metode pengembangan usahanya.Maka bila perusahaannya itu memproduksi babi, makanan haram, prostitusi, obat-obatan narkotika dan sejenisnya, maka investasi di bursa saham itu pun ikut haram.

3. Menghindari Investasi Yang Bersifat Spekulasi

Investasi dengan cara spekulasi yaitu sikap gambling/judi atau untung-untungan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya seraya merugikan investor lainnya. Spekulasi ini dilakukan antara lain melalui margin trading, short selling dan option dengan mengharapkan capital gain. Namun demikian tidak semua harapan keuntungan melalui capital gain dapat dikategorikan termasuk spekulasi.

Sedangkan margin trading, short selling dan option dilarang karena Islam tidak memperbolehkan seseorang menjual sesuatu yang tidak ada padanya/tidak dimilikinya. Selain itu ada laranan berbisnis dengan cara untung-untungan.

* Dari http://www.halalguide.info

Jual beli saham pada dasarnya adalah merupakan bentuk syirkah mudharabah, dimana antara pengusaha dan pemilik modal sama-sama berusaha yang nantinya hasilnya bisa dibagi bersama. Dalam hal ini, pemegang saham adalah pemilik modal dan bank sebagai pengusahanya. Hanya perlu diperhatikan masalah kehalalan usahanya. Bila bank tersebut adalah bank konvensional yang menggunakan sistem bunga ribawi, tentu saja seorang muslim tidak boleh mendukung jenis usaha tersebut. Karena bunga riba adalah sesuatu yang diharamkan Allah. Ayat tentang bunga riba ini ada di QS. Al-Baqarah : 275, QS. Al-Baqarah : 276, QS. Ali Imran : 130.

Sehingga membeli saham bank konvensional tersebut pun terlarang karena uang kita akan diputar dalam sebuah bisnis ribawi yang diharamkan. Hal yang sama juga berlaku pada saham perusahaan yang jelas-jelas produksi merupakan barang yang diharamkan syariat seperti minuman keras, rokok, usaha panti pijat dan sejenisnya.

Banyak sumber lain, bisa tanya ke om google. Saya cukup 2 itu aja, dengan fatwa halal dari MUI.

I got homework for next year, YAY! 😀

December 5, 2008 at 4:16 pm 2 comments


Categories

…recommended…

...photos...photos...

…i am part of…

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

...since january 3, 2008...

  • 118,987 hits