Archive for January, 2008

Berdamai dengan Masa Lalu

Ada cerita tentang dua orang teman saya, yang saya kenal baik. Mereka jadian, dan saya senang, karena saya ikut andil dalam ‘perjodohan’ itu. Sekarang, mereka putus. Dan hubungan pertemanan kami bertiga pun putus…Saya sedih…

Bukan hanya itu, saya pun jadi serba salah. Ngomong sama si A, dikira tidak memihak si B. Jalan sama si B, dikira nggak setia kawan dengan si A. Ah, saya ingin kembali seperti dulu. Dan sekarang, saya menyesal ikut dalam ‘perjodohan’ itu…Saya sedih…

Di satu sisi, saya nggak ingin memihak siapa-siapa. Di sisi lain, saya ingin bilang sama si B (yang perempuan) kalau masalah sepele jangan sampai jadi alasan putusnya hubungan mereka. Masalah sepele? Iya, terdengar sepele. Tapi ternyata nggak buat B. Masalahnya karena si A (teman saya yang baik hati, ramah sama semua makhluk hidup, dan nggak tegaan itu) masih berhubungan baik dengan mantannya. Mantannya masih pengen balik sama A (saya tau itu, yakin! hehehe). Menurut B, seharusnya A lebih mikirin perasaan dia, dan ya udah nggak usah hubungan lagi dengan mantannya, karena B nggak suka. Duh, saya jadi merasa seperti sedang nulis naskah sinetron remaja kejar tayang. Nggak berbobot dan ceritanya terlalu gampang ditebak…!

Tapi dalam kehidupan nyata, ternyata nggak segampang itu. Lagi-lagi, saya jadi serba salah. Saya ingin mereka berdamai. Saya yakin A sayang bangeut sama B. Tapi mungkin sulit buat dia untuk menjauhi mantannya seperti permintaan B, karena ya itu tadi, nggak tega! Di sisi lain, saya juga bisa ngerti perasaan dan keinginan si B. Wong gini-gini perasaan saya kan halus hehehe…

Yang ada, saya jadi pengen ngomel-ngomel sama mantannya A. Mbok ya tau diri gitu lho…A adalah masa lalunya, let him go when he wants to leave…please do understand, that he has someone else now…And you can’t just hold on like that…Saya perempuan, dan buat saya gengsi bangeut ya kalo sampe ada cowok yang masih deket-deket sama saya hanya karena kasian, nggak tega, dan sebagainya..(alhamdulillah juga belom pernah ada hehehe :P). Saya pengen ngomel deh sama mantannya A itu, tapi saya nggak kenal, jadi saya nggak bisa ngomel, makanya saya nulis aja di sini hehehe 😛  

Mari kita mulai omelan saya…

Memang nggak gampang untuk ngelupain mantan kita. Dengan semua apa yang udah dialamin bareng, susah senang, agak nggak punya hati juga kalau kita langsung bisa melupakan mantan dalam sekejap. Semua memang butuh proses.

Buat saya bukan nggak gampang lagi ngelupain mantan. Tapi udah nggak mungkin. Bagaimanapun mereka adalah orang-orang yang udah pernah mengisi hari-hari kita, pernah membuat hari-hari kita makin berwarna, membantu melewati hari-hari yang terkadang mendung, wah pokoknya banyak jasanya. Walaupun ketika kemudian hubungan nggak bisa berlanjut karena satu dan lain hal, kita udah belajar banyak kan dari hubungan itu…

Belajar banyak? Iya…belajar berbagi, belajar sharing, belajar toleransi, belajar memahami orang lain, dan belajar banyak hal lainnya.

Tapiiiiiiiii…nggak melupakan bukan berarti kita masih berpegang pengen balik sama dia kan? Awalnya, sama seperti A, saya juga kasian dengan mantannya itu ketika mendengar cerita tentangnya. Tapi lama-lama saya jadi sebel juga. Bukan, bukan karena saya toleransi dengan B, tapi karena lama-lama saya nggak suka dengan apa yang dia lakukan. Menyamar sebagai A dan chatting dengan B, telp-telp A dan berkeluh kesah, wah banyak deh…Saya jadi nggak kasian lagi. Nggak heran juga kenapa A bisa ninggalin dia. Hei, be tougher girl! Emang nggak gampang, tapi kalau kerjaannya tiap hari cuman meratap dan menangis-nangis, ya gimana bisa…?

Ada satu yang saya sangat percaya. Saya lupa mungkin ada di Al Quran, mungkin ada di Hadits Nabi, pokoknya katanya kalau kita kehilangan sesuatu, dan kita ikhlas, Tuhan pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi, amien…

Percaya nggak percaya, Tuhan memang tahu yang terbaik buat kita. Kenapa kita masih keukeuh dengan pilihan kita kalau memang ternyata itu bukan?

Saya pernah beberapa kali patah hati. Dan percayalah, patah hati itu bukan jenis keahlian yang bisa diasah, yang bisa dipelajari. Bahkan kebalikan dari mempelajari sesuatu, yang makin lama pasti makin lancar itu, patah hati itu 180% berbeda. Makin lama makin sakit dibanding yang sebelumnya. Tapi lagi-lagi, kita jadi belajar.

Berterimakasihlah dengan mantan-mantan kita, seberapa pun buruknya hubungan kita dulu. Kalau nggak ada mereka, kita nggak akan tahu gimana hubungan yang kita mau. Kalau nggak ada mereka, kita juga nggak akan bersyukur dengan hubungan yang kita punya sekarang. Ya, indeed, we need to thank them! J

Hehehe…saya jadi pengen ketawa sendiri…Kayaknya saya jago yak, kesannya saya pernah punya mantan-mantan yang buruk. Nggak kok, mantan saya baik-baik J Perlu waktu (dan kedewasaan) untuk bisa menerima bahwa hubungan emang nggak bisa dipaksain, bahwa ada kekuatan yang lebih besar – jauh lebih besar daripada perasaan kami berdua – dari Sang Maha Berkehendak…bahwa kami akan selalu berbahagia bila yang lain bahagia-walaupun berarti saya tidak dengan dia-dan dia tidak dengan saya-…Dan semoga dia mengerti alasan-alasan saya…yah, intinya lagi-lagi, IKHLAS!

~buat A dan B, love you both…I know you will find ur way..~

 

January 22, 2008 at 4:43 pm 3 comments

you know…

wp3.jpg

…how great it is when you feel so blessed and lucky surrounded by many people that loves and cares about you?

I love that kind of feeling, and that’s what I feel tonite…

I am indeed blessed!

~ buatorang-orangyangsudahmembuatsayamerasasangatberuntungmemilikimereka…makasihbuatsemuanya~

:: photo taken from here ::

January 19, 2008 at 5:26 pm 1 comment

pheeewwww…!

Hagrid, my 206 car, is finally repaired and I can drive again…

peugeot_206_1999_3.jpg

PHEEEWWW !!!

~iamhappylalalala~

January 17, 2008 at 4:31 pm Leave a comment

::: properti memang tak pernah mati :::

Saya baru aja balik dari apartment Margonda Residence. Sejauh ini sih memang apartment ini satu-satunya apartment yang ada di jalan Margonda Raya, jantungnya kota Depok tercinta. Fasilitasnya lumayan bangeut, ada kantin yang jual segala macem makanan (ada 4-5 kios yang jualan, mulai dari bakso, mpek-mpek, sampai pecel ayam). Ada juga startmart, mini market dari grupnya Hero dan laundry kiloan kalau males nyuci. Fasilitas olahraga? Ada jogging track, kolam renang dan lapangan tenis. Letaknya juga strategis, nggak jauh dari pintu masuk Margonda, deket Kober yang akses masuk ke kampus UI. Keluar apartment, udah kehidupan Margonda yang nggak pernah sepi. Lumayan bangeut kan? Kalau masih kuliah, saya juga mau bangeut tinggal di situ.

Tahun 2005 lalu, waktu apartment itu baru akan didirikan (masih blue print dan tanah kosong), kita (saya urunan dikittt, kakak saya urunan banyaaakkk) sempet beli 2 unit apartment, yang ukuran studio, 20 m2. Kecil bangeut ya kayaknya. Tapi ukuran segitu udah ada kamar mandi dan dapur lho…Cukup bangeut kalo buat anak-anak kuliah nge-kost (later, saya baru tau kalau ternyata banyak juga pasangan muda yang tinggal di sini…). Serah terimanya baru tahun 2007 lalu. Dan belum kita urus, dalam arti belum diisi barang, belum diapa-apain, kosong aja gitu. Baru beberapa bulan lalu, karena rumah direnovasi, kita boyongan ngungsi sementara di apartemen itu. Mulai deh diisi barang, AC, kompor, kulkas, lengkap! Ajaib lho, 2 unit apartment mungil itu cukup buat menampung kami berlima + 2 anak bayi hihihi…Sekarang sih, sejak 2 minggu lalu, kita udah balik tinggal di rumah.

Nah, pas kita tinggal di sana, ada orang yang liat-liat dan bilang mau nyewa. Kita seneng bangeut hihihi…Dia mau nunggu sampai kita udah nggak pake lagi. Dan malam ini, dia mulai menempati 1 unit, di B 11. Saya barusan balik dari apartment buat ngasih kunci dan ngobrol-ngobrol dikit. Seneng deh hehehe…Yang 1 unit lagi masih kosong nih, belum diisi barang, jadi belum bisa disewain. Ntar ya Feb/Maret baru diisi. Sekarang lieur, banyak kerjaan hehehe…

Tapi emang bener ya kata orang-orang tua jaman dulu, kalo mau investasi yang aman dan menguntungkan ya memang di properti. Tahun 2005 lalu, kita beli apartemen itu sekitar 108 juta per unit ukuran studio (20 m2). Waktu itu pake pembayaran dengan sistem cash bertahap). Gosip-gosipnya, sekarang harganya udah 130an juta lho…Belum lagi kalau apartmentnya bisa disewain dua-duanya…Amien…

ps: kalau ada yang mau nyewa apartment Margonda Residence, saya masih ada 1 available. Tenang, pasti dikasih murah hehehe 😛

margondaresidence-copy.jpg

January 16, 2008 at 3:57 pm Leave a comment

and God creates…

::: this post is dedicated for my BIG best friend, brother, also enemy, who is celebrating his xx bday today :::

 I believe that sometimes in life, God gives us a chance to meet people that are meaningful to us. Sometimes we don’t realize, but soon after they gone we just realize how much they mean for us. Cliché, huh?

 But I am glad that I know I have someone who is so meaningful for me, without having so much trouble of losing him first J

 Don’t get me wrong. He is not my real brother. He is not my lover. He is not the only best friend I have.
For me, he is like a package of a brother, enemy, best friend in one body. ONE BIG BODY!!! 😛

 Tahun 1999.

Masih culun. Dengan umurnya yang lebih muda setahun dari saya, dia masih sopan waktu itu. Manggil saya ‘mbak’ hihihi…Saya juga nggak tau sejak kapan dia mulai manggil saya nama doank. Yang lebih nggak sopan lagi, entah sejak kapan dia manggil saya ‘Cin…’. Jangan suudzon, itu bukan cinta, boro-boro mau mesra-mesraan, Cin itu dari CINA!

Walaupun menurut dia, saya the most lovable cina (makasih bang, tak akan kulupa hahahaha), tapi saya juga heran darimana dia dapet nama panggilan itu ya? Apa karena saya duluan yang mulai manggil dia Bang? Which is short from BANG…S*T! (psssttt…sorry, sensor!).

 Tahun 2000-2001.

Jadi EB (: Executive Board. Bahasa kerennya pengurus AIESEC) bareng. Saya di UI, dia di kampusnya. Sama-sama ngurusin HR. There are so many memories. Ngadain kegiatan bareng (padahal dulu 2 universitas kita itu musuh bebuyutan) dengan segala cerita aneh bin ajaibnya. But hey, we made it!

 Tahun 2002:

Penuh gejolak. Banyaaakkkkk bangeut kalo mau ditulis di sini. Sungguh aneh tapi nyata that a human being like him is really exist! Hehehe

 :: tadinya saya mau nulis kronologis, tapi kayaknya nggak jadi…saya mau nulis surat terbuka aja ::

 Hmmmm…mulai darimana ya?

 Bang, gue tau selama ini gue banyak nyusahin lo (dan juga menyenangkan pastinya…hehehe…), sorry yak…But tonight, gue cuman mau bilang, I really appreciate semuanya ya Kyh (see, I didn’t call you Bang!).

:: Saluran pelampiasan gue kalo ada yang nggak bener dengan trave..huhuhu..
:: Saluran pelampiasan gue kalo ada yang nggak bener dengan apapun….
:: Jalan-jalannya…(ciwidey dan makasar tak akan kulupa..hahaha…)
:: Protes lo yang paling keras pas gue jadian sama orang yang ‘walaupundiabaiktapidiabedaagamadek’…dan doa bersama lo supaya gue putus…
:: Usaha ngehibur gue, nyanyi-nyanyi tengah malam di warung tenda Margonda pas gue beneran putus…
:: Makan dimana-mana…(gue masih nggak terima lo nggak suka makanan Jepang…)
:: Ramalan-ramalan nggak bermutu…Eh, gue lupa, ini gue mau nulis appreciation yak, bukan nyela..mari diulang…
:: Ramalan-ramalan lo yang gue nggak tau bener apa nggak…(diperhalus…)
Btw Bang, kalo menurut gue, lo itu bukan jago ngeramal, tapi emang sensitive aja, jadi bisa merasakan hal-hal tertentu hehehe 

Duh, banyak bangeut sebenernya yang mau ditulis (dan baru sekali ini gue mandek nggak tau mau nulis apa huhuhu…).

Masih inget SMS lo jam setengah 2 pagi kemaren Bang?

“…eh dheqh btw g srius niy, lu mu kado merit apa? Yg REALISTISH!”

Ps: perhatikan penggunaan ejaan (huruf-huruf) yang berlebihan

 Reply: Realistis maksudnya sesuai dengan gaji lo yang xx itu?
Hmmm…mau ngasih gue berapa bulan gaji? Hehehe

“amiinhh :-l sriyuuuussh, lu mu apa dr seorang ‘b*ngs*t’ iniyh?”

No reply again.

Not because I am sleeping already.
Tapi gue bener-bener nggak ngarepin kado apa-apa dari lo Bang…Lo udah mau susah-susah bantuin acaraitu aja gue udah seneng bangeut…’yangkuningbuatsession,yangijobuatngiringinpengantenjalankepelaminanyaDheqqhhhh’ Beneran…tengkiu yak!

 “Lu tuh yaaah…g mnunggu ulah lu lg niy, 5 menit sblum ganti hari? Ato pura2 lupa, Ato modus laenh… Duuwgh..”

Nggak Kyh, gue nggak buat ulah lagi tahun ini…

And here I am, in the middle of the night, in the middle of my busy preparations; typing this post, just wanna wish you a really HAPPY BIRTHDAY!

Wish you special things in life…
Just as special as you…!
Amien…

 And here is a song for you…Imagine me singing it (walaupun lo bilang gue lebih baik diem daripada nyanyi, tapi kan ini kado. So, I WANNA SING!)

 My tea’s gone cold, I’m wondering why
I got out of bed at all
The morning rain clouds up my window
and I can’t see at all
And even if I could it’d all be grey,
but your picture on my wall
It reminds me that it’s not so bad,
it’s not so bad

I drank too much last night, got bills to pay,
my head just feels in pain
I missed the bus and there’ll be hell today,
I’m late for work again
And even if I’m there, they’ll all imply
that I might not last the day
And then you call me and it’s not so bad,
it’s not so bad and

I want to thank you
for giving me the best day of my life
Oh just to be with you
is having the best day of my life

Push the door, I’m home at last
and I’m soaking through and through
Then you hand me a towel
and all I see is you
And even if my house falls down,
I wouldn’t have a clue
Because you’re near me and

I want to thank you
for giving me the best day of my life
Oh just to be with you
is having the best day of my life

 

 

 

 

 

January 14, 2008 at 6:04 pm 5 comments

blacklisted online seller! – part 1

Sebagai salah satu pelaku perdagangan online (jualan dan sering beli juga), saya udah sering denger kalau banyak terjadi penipuan di dunia maya ini. Yang pedagang bohong, udah terima uang, tapi gak kirim barang. Yang beli gadungan, pura-pura mau pesan banyak, tapi minta dibayar di tempat (nggak mau transfer uang dulu), dan ternyata nipu. Untungnya, alhamdulillah, saya belum pernah ketemu pembeli yang bandel. Belum pernah juga beli barang di online shop yang ternyata penipu.

Nah, biar jadi bahan masukan untuk kita-kita, postingan saya kali ini mau bahas soal online seller yang lebih baik dihindari. Satu-satu ya…Kalau ada info lain juga monggo. Tapi kalau ada info lain, mohon dicek dan ricek dulu ya. Itu kan periuk nasi orang, kalau sampai fitnah dan kita membantu menyebarkan fitnah itu, bisa dosa kita…

1. http://originalbags.multiply.com

louis-vuitton-neverfull.jpgPS: online shop ini sekarang udah tutup, dan kasusnya kabarnya udah masuk ke Polda, karena menyangkut penipuan jutaan rupiah. Jadi mereka ngakunya jualan tas branded, tapi ternyata KW 1!

Ini salah satu email korbannya, dari milis Hanya Wanita

Dear All,

Pada bulan October dan beberapa kali bulan November, Original Bags memasang iklan di Milis tercinta ini mengenai tas jualannya yang dijamin ASLI dengan harga miring.

Tertarik dengan iklan mereka di originalbags. multiply. com serta jaminan sang penjual ibu Lisa Ervina yang tampak seperti seorang solehah dan pebisnis jujur dan juga membaca komentar2 pembeli yang telah lalu akhirnya saya memesan sebuah Tas Louis Vuitton untuk sepupu saya.
Uang diba
yar 4-5 hari, kemudian tas tersebut datang. Karena sibuk, saya tidak sempat melihat atau mencek tas tersebut dengan detail dan langsung mengirim ke sepupu saya.

Alangkah terkejutnya saya tanggal 27 November 2007, sepupu saya menginformasikan bahwa TAS LOUIS VUITTON yang saya beli itu adalah PALSU!
Karena masih kurang yakin pada tanggal 28 November tas tersebut saya bawa ke Butik Louis Vuitton di Plaza Senayan.
Hasil yang saya dapat sungguh membuat jantung saya copot ..Tas yang saya beli dari ibu Lisa Ervina / Original Bags ADALAH PALSU dengan kualitas Grade A / Super Super Fake.
Demi meyakinkan saya sales counter tersebut mengeluarkan 4 buah tas Speedy asli dan membiarkan saya mengotak atik, membandingkan tas-tas tersebut.

Dari awal saya sudah menginformasikan hal tersebut dengan ibu Lisa, tapi beliau selalu berkelit dan tidak bisa memberikan bukti kepada saya bahwa barang jualan beliau asli. Bahkan saya meminta struk pembelian barang dari balai lelang yang sudah di coret harga dan alamat balainya pun dia tidak bisa !!
SAYA BAHKAN MENAWARKAN UNTUK MEMBAYARKAN COURIR SERVICE untuk selembar struk/bukti pembelian itu..

Bahkan memberikan alamatnya untuk saya kirim balik barang pun dia tidak mau!!
SEJAK TERUNGKAPNYA TAS JUALANNYA PALSU TANGGAL 27 NOVEMBER (Siang) SAMPAI DENGAN DETIK INI I
BU LISA ERVINA TIDAK BISA DIHUBUNGI !!!!!

KEDUA HP NYA MATI 0817777 9955 & 92884196 dan WEB nya tidak bisa diakses (mungkin MP sedang down )

Saran saya buat semua member HW apabila PERNAH MEMBELI TAS PADA IBU LISA ERVINA / Originalbags mohon CHECK KEMBALI BARANG ANDA..mungkin juga ANDA TERTIPU SEPERTI SAYA.
UNTUK IBU LISA ERVINA :
Apabila ibu membaca email ini, Tolong tunjukan itikad baik anda….SAYA HANYA MINTA BARANG SAYA DITUKAR DENGAN BARANG YANG ASLI SE
SUAI DENGAN PENAWARAN SEMULA…Apabila anda tidak bisa / mampu…MOHON KEMBALIKAN UANG SAYA karena ANDA SUDAH MELAKUKAN PENIPUAN !!!!!
Saya dapat dihubungi di HP 24 x 7. Jadi jangan alasan saya tidak bisa dihubungi !

Terima kasih,
Raras Salim

Duh, yang gini-gini nih yang bikin penjual online lainnya juga kebawa-bawa. Kalo emang tasnya KW 1, ngapain juga ngaku asli yak? Lagian, kalo memang kita mau sedikit suudzon, nggak langsung panik liat harga murah (biasa, wanita…), harga mereka emang kadang-kadang too good to be true deh. Contoh, LV Ursula, dijual di online shop itu Rp. 15,750.000. Bandingkan dengan harga di butik LV Indonesia yang sekitar $ 1950 + tax. Belum lagi ada beberapa yang bisa 50% gitu discountnya. Bikin kalap kan beda harganya?

Kalau menurut profile di MPnya, tertulis begini:

“Nama saya Lisa…Saya ingin menawarkan beberapa brand tas wanita dengan berbagai model yang dijamin Original/ Autenthic/ Asli 100% dengan discount sampai 50% dari harga counter/boutique resmi. Semua barang yang ditawarkan di sini adalah barang Display counter/boutique resmi di U.S.A yg tidak dijual, tetapi setelah 1-2 bulan mereka lelang di pasar tertutup dengan harga yg jauh lebih murah dan barang yg saya order, dikirim kesini tidak melalui kurir/ expedisi melainkan dititipkan kepada teman yg masih aktif terbang kesana sehingga makin bisa menekan cost. —–”

Padahal, di Louis Vuitton nggak ada istilah lelang-lelang. Biarpun barang display tetep aja dijual dengan harga yang sama. Mereka ada employee discount, dikasih jatah 1-2 tas per tahun. Tapi di setiap tas yang dibeli employee tersebut bakalan di heatstamp, jadi bakal ketauan kalo tas itu dibeli sama employee A, atau B atau C.

– bersambung ke part 2, another blacklisted online store

January 11, 2008 at 5:01 pm 7 comments

bank fee: how much you pay?

Saya baru aja terima rekening koran bulanan.

Biasanya saya nggak gitu ngeh, cuman liat sekilas transaksi yang terjadi bulan itu, terus saldo akhir berapa, udah.

Tapi kali ini, sambil bengong, saya iseng ngitung biaya-biaya yang terdebet dari rekening saya, mulai dari administrasi bulanan, biaya cek saldo di ATM lain, pajak atas bunga, pokoknya semua biaya yang ada. Agak surprise juga dengan jumlahnya, Rp 92,000! Wah, itu sebulan…Berapa kalau setahun ya?

Saya pernah punya rekening euro karena kebetulan gajian bulanan waktu itu ditransfer dalam bentuk mata uang itu. Untuk setiap penarikan (dalam euro), saya kena charge 1% dari jumlah yang saya tarik. Saya agak-agak suka nggak peduli sama yang gitu-gitu, jadi ya hayo aja. 1% ini pikir saya, masih ada 99% yang bisa saya nikmati hehehe…Lagipula tiap bulan saya narik nggak begitu banyak, jadi nggak gitu berasa…Sampai satu ketika saya ada keperluan yang lumayan banyak, dan saya ngambil lumayan banyak juga, 6,600 euro. Dan chargenya 66 euro, which is sekitar Rp 825,000! Lumayan bangeut ya…

 Ada lagi bank saya yang lain. Niat saya di bank itu pokoknya untuk nabung, jadi sengaja saya pilih yang ATMnya susah dan yang syariah (cieee…). Dodolnya saya, niat mau buat nabung, kok ya iya aja pas ditawarin buat kartu ATMnya. Walhasil, uang saya yang bener-bener nggak seberapa di bank itu abis digerus buat biaya administrasi bulanan dan administrasi kartu…Mau tutup kartu ATMnya, nggak sempet-sempet (sering lupa juga sih kadangan pas sempet hehehe), jadi ya uangku habis huhuhu…

 Baca juga deh komennya Trissy di postingan saya terdahulu. Nyebelin bangeut ya kalo mengalami hal yang sama…

 Sekarang gimana ya caranya biar kita terhindar dari biaya-biaya nggak penting itu?

Mungkin satu yang pertama, kita harus sadar dan tau dulu, apa aja yang dikenakan biaya oleh masing-masing bank kita. Kan beda-beda tuh…Dan kedua, kalo udah tau biayanya apa aja, ya sedapat mungkin jangan ngelakuin kegiatan yang dikenakan biaya itu! Contoh, jangan ambil uang dari ATM bank lain, kecuali kepepet bangeut. Biayanya per transaksi bisa Rp 3,000 – 5,000 (tergantung ATM bank mana).

 Atau, ada nggak yang tau bank mana yang mengenakan biaya-biaya ‘siluman’ yang paling kecil?

Recommendation, anyone?

January 9, 2008 at 3:29 pm 3 comments

saya perempuan lho…

judul postingan saya kali ini kinyis-kinyis mengundang nggak? hehehe…

Nama lengkap saya dari orangtua ‘Dedek Astrilia Gunawan’. Biar singkat, dan juga karena orang lebih concern dengan nama depan dan nama belakang, saya lebih sering nulis Dedek Gunawan. Bukan karena nggak seneng dengan nama Astrilia, itu nama bagus bangeut bahkan…(PS: kalo kata temen saya, Astrilianya itu terlalu cantik buat saya, nggak pantes hehehe). Tapi saya seneng kok dengan nama lengkap saya. Bahkan dokter ginjal saya dulu lebih senang memanggil saya ‘Astrilia’, bukan Dedek. Ada jugalah orang-orang lain dari masa lalu yang manggil saya Astrilia juga…Saya sih jujur paling comfort ya dipanggil Dedek aja…

Saya nggak tau kenapa orang suka salah kaprah ngira saya cowok kalau cuman liat nama dan belum ketemu saya. Saya inget dulu waktu SMA, waktu pembagian kamar. Waktu Ibu Theo (a.k.a Oma) ngeliat daftarnya, beliau protes kenapa Dedek Gunawan sekamar dengan perempuan…? 😉

Ada lagi salah kaprah yang saya baru tau kemudian. Ada 2 teman baik saya, sebut saja namanya X dan Y. Dua-duanya lelaki. Awalnya saya kenal X duluan, 8 tahun yang lalu (long way to go, hmmm?). Pas X cerita-cerita gitu sama Y soal saya, Y sempat heran kenapa X bilang saya (yang ‘cowok’ ini :P) lucu…(btw, makasih ya bang…gue tau kok lo nge-fans sama gue hihihih…).

Makin ke sini, salah kaprah macam begitu makin banyak saya temui…Di trave, saya memang cuma menulis nama saya Dedek Gunawan. Walhasil, sebagian besar surat, email, SMS, telpon yang masuk pasti memanggil saya dengan Mas Dedek atau Pak Dedek…Dan saya menikmatinya hahahah…Jadi saya nggak mau klarifikasi hehhee

:: postingan malam ini bener-bener nggak penting!

diketik sambil chatting tengah malam dengan Milka, my bolivian girl. MISS UUUU! ::

January 7, 2008 at 3:51 pm 3 comments


Categories

…recommended…

...photos...photos...

…i am part of…

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

...since january 3, 2008...

  • 118,987 hits