Archive for November, 2007

JIFFEST, baby!!!

jiffest2.jpgMy most favorite festival of the year, the fun and crazy film festival in town is comiiiingggg !!!

9th JAKARTA INTERNATIONAL FILM FESTIVAL, 7-16 DEC 2007

Here’s a quick guide of membership info applicable for this year’s fest:

HOW TO WATCH FILMS AT JIFFEST

• WORLD CINEMA & PANORAMA, membership fee of Rp. 20.000 for one membership card and one Blue entry pass for one desired screening time. The same membership is applicable for CLOSING FILM (limited seats only), with membership fee of Rp 25.000.

• HOUSE OF DOCS & VARIETY, membership fee of Rp. 10.000 for one membership card and one Green entry pass for one desired screening time.

• FREE SCREENINGS, no membership fee. Obtain one membership card and one White entry pass for one desired screening time.

• The membership card and the White entry pass for Free Screenings is distributed one hour before the screening time. Each person is allowed only one membership card and one White entry pass.

For members of Garuda Frequent Flyer (GFF), receive a 5% discount of membership fee upon presenting a valid GFF card. Please note that the discount offer is not applicable for Closing Film.

Win 5 (five) return tickets Jakarta-Bali-Jakarta from Garuda Indonesia when you register for all paid JiFFest membership!

Write down your name and contact details at the back of the membership card. Drop the card after the end of each screening to our Info Desk in all JiFFest venues. Winners will be notified via phone or email based on the information given on the membership card.

MEMBERSHIP REGISTRATION VENUES & TIME:

a. Djakarta XXI, Jl. M.H. Thamrin No. 9 Jakarta Pusat.
Phone: (021) 3156725.
November 22 to December 6, 2007. 12 pm to 8 pm.
December 8 to December 16, 2007. 12 pm to 9.30 pm.

b. Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta Pusat.
Phone: (021) 23580200.
December 3 to December 7, 2007. 12 pm to 8 pm.
December 8 to December 16, 2007. 12 pm to 9.30 pm.

c. (ak.’sa.ra) Bookstore, Jl. Kemang Raya 8B Jakarta 12730.
Phone: (021) 7199288.
November 22 to December 6, 2007. 11 am to 8 pm.

d. Plaza Senayan XXI, Jl. Asia Afrika No. 1 Jakarta Selatan.
Phone: (021) 572553.
November 24 to November 25, 2007. 12 pm to 8 pm.
December 1 to December 2, 2007. 12 pm to 8 pm.

e. 21 Cineplex, Cilandak Town Square, 3rd Floor, Jl. TB Simatupang Kav. 17, Jakarta Selatan.
Phone: (021) 75920347.
November 22 to December 7, 2007. 12 pm to 8 pm.

More info, click their website here

November 28, 2007 at 3:43 am 3 comments

kangen CI…bangeut!

abis chatting sama temen setim dulu di sini

cerita-cerita lagi, and yupe, missing those good old times!

kalo kata mas arie, di situ kesejahteraan kurang tapi hati senang hehehe…kalo kata saya, sejahtera dan hati senang! Standarnya beda, saya kan masih piyik, kerja beneran pertama kali gitu lho…Saya gabung di kantor itu waktu masih kuliah. Karena ngambil konsentrasi Ekonomi Sumber Daya Alam, yang dosennya notabene adalah Pak Mubariq Ahmad (Executive Director di lembaga ini sekarang) dan Pak Emil Salim (mantan Menteri LH, si opa ganteng nan baik pisan!), jadi ikutan disuruh bantu-bantu kalo ada acara. Awalnya bantuin Kehati Awardsnya Yayasan Kehati. Dari situ terus diminta bantuin Mbak Dessi – CI untuk organize Seminar Ekonomi SDA gitu deh, ada hubungannya dengan debt-swap, lupa jelasnya, tapi yang jelas ngadainnya di Novotel – Bogor. Awalnya sempet nggak ngeh, CI apa ya? Nggak ngetop bangeut…Kurang celeb gitu lho namanya…Tapi ternyata menyenangkaaannnn !!!

Dari situ keterusan deh. Pas Mbak Myrna cuti hamil 3 bulan, saya jadi pengganti sementara. Terus abis itu ditawarin gabung di INFORM (Indonesia Forest and Media) project. Proyek mulai beberapa bulan, saya nekad lulus kuliah deh (ini ceritanya ajaib juga, saya juga heran bisa lulus hehehe). Proyeknya asik deh, kampanye untuk hutan Sumatera dan Kalimantan dengan memfasilitasi teman-teman media untuk menulis dan peduli lebih banyak tentang lingkungan. Waktu itu tim INFORM kita berlima. Mbak Amal, Mas Arie, Mas Denny, Mas Dede (iya nih, namanya bisa sama gitu…) dan saya.

Yang saya suka di CI, suasana kerjanya kekeluargaan bangeut. Santai, saya bisa bersendal jepit dan pake t-shirt ke kantor. Jam kerjanya juga nggak strict-strict bangeut, saya masih bisa ngasdos di kampus tercinta, masih bisa jadi keliling jadi trainer di organisasi kampus yang gak kalah tercintanya…Kerjaannya asik, nggak melulu paper-work and behind-the-deskI love all the people there…Buat saya yang baru masuk kerja, lulus kuliah pun belum, mereka semua banyak menginspirasi saya. Ini dunia yang saya suka. Dan di dunia inilah saya mau mendedikasikan apapun yang saya bisa.

Keputusan untuk kuliah lagi dan ngambil jurusan ajaib, Public Policy and Management, juga saya lakukan gara-gara terinspirasi dengan beberapa orang di CI…Jadi inget, dulu sebelum saya berangkat, M’Sasti pernah bilang,”Kamu ngambil Public Policy, pulang frustasi kamu Dek..”. Waktu itu saya cuman ketawa-ketawa doank…Now? Hmmm..you’re so damn right mbak hehehe nggak nyesel kok tapi :p

Proyek Inform belum selesai waktu saya dapet scholarship ke Belanda. Niatnya sih pas pulang saya mau balik ke CI lagi. Pas balik, panjang ceritanya kenapa saya jadi nggak gabung ke CI (biar singkat, ini: saya pulang bokek berat – accept the first job offer I got (nilainya terlalu menggiurkan buat saya) – then I am in a totally different world).

Seiring berjalannya waktu, saya nggak nyesel. Tuhan memang punya rencana lain yang lebih baik buat saya.

But still, right now,

saya kangen CI…

bangeut!

November 27, 2007 at 6:45 am 3 comments

…the power of letting go…-part 2

masih ingat tulisan saya soal the power of letting go, di blog saya dulu?

yupe, it is still about the same subject…

adik saya tercinta, ciwi, akhirnya benar-benar keluar dari kantornya yang lama. Sebenarnya kita (saya dan d’goenz lainnya) udah ngompor-ngomporin dia untuk keluar dan cari kerjaan lain yang lebih baik, yang lebih manusiawi, sejak dari awal tahun kemarin. Panjang deh kalau mau dibahas di sini kenapa. Pokoknya saya emosi berats kalau udah ngomongin kantor m-doesn’t-know itu! Bapak saya aja, yang selama ini nggak pernah complain dan percaya penuh sama anak-anaknya yang emang pada bisa dipercaya ini (ehemmm…) ikutan complain lho soal beberapa etos kerja dan budaya di kantor lama itu (again, panjang kalo dijelasin di sini, tapi japri boleh deh kalo mau gosip hehehe). Selama ini ciwi agak berat untuk resign karena dia takut kalau nantinya dia nggak bisa dapet sebaik yang udah dia dapet di kantor lama. Apalagi dengan segala target yang berhasil dia raih dan teman-teman senasib sepenanggungan yang kompak (they have the same public enemy hehehe), ada sedikit ketakutan untuk meninggalan zona amannya. Jadi bolak-balik dia mau resign-gakjadi-mau resign-nggak jadi lagi…

Try to be a supportive sister and support any decision she make (which is REALLY DIFFICULT when what you want is ‘she-quits-the-job’ and what she decides is ‘she-stays-maybe-things-will-get-better’), saya akhirnya memilih untuk nggak denger semua cerita dan keluh-kesah dia tentang kantor lama. Bukan nggak mau dengerin, sebenernya sih cuman karena saya emosi berats tiap dia cerita hehehe

Ketika kemudian Ciwi dapet tawaran kerjaan lain, dan dia masih ragu untuk memilih tetap bekerja di kantor yang lama atau pindah ke kantor baru, mulai deh ceramah-ceramah saya soal segala hal. Intinya sih ya DIA HARUS PINDAH KERJA!

Jumat kemarin hari pertama Ciwi di tempat yang baru. And guess what, the offer is much better, teamwork is good, people are nice. First impressions are GREAT!

Belum tau juga sih gimana-gimananya. But I got a certain feeling that things are indeed getting better. She finds a better job and a better working condition.

Saya jadi makin yakin dengan apa yang saya tulis dulu,

…kalau kita ikhlas merelakan kehilangan kita itu, insya Allah Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi…amien…

November 21, 2007 at 5:32 am 2 comments

free internet hotspot in jakarta

From milis TDA

Feel free to add when you know another place 🙂

1. Bakmi Keriting Restaurant
Jl. Jend Sudirman Kav 1 Wisma BNI 46 Jakarta 10220

2. Fashion Cafe
Jl. Jend Sudirman Kav 1Wisma BNI 46 Jakarta 10220

3. Food Court Restaurant
Jl. Jend Sudirman Kav 1Wisma BNI 46 Jakarta 10220

4. Java Bay Cafe
Jl. Jend Sudirman Kav 1 Wisma BNI 46 Jakarta 10220

5. Mall – Plaza Senayan
Jl. Asia Afrika 8 Plaza Senayan Jakarta 10270

6. Marche Moven Pick Restaurant
Jl. HR Rasuna Said Kav X-0, Graha Surya Internusa Lt Dasar Jakarta 12950

7. Millenia RatuPlaza
Jl Jenderal Sudirman RatuPlaza eMall, 4th floor Jakarta 10220

8. Mall – Telkom Teleshop
Mall Taman Anggrek Jakarta Barat

9. Harris Hotel Tebet Jakarta
Jl. Dr Saharjo 191 Jakarta Selatan

10. Jakarta Convention Center
Jl. Gatot Subroto Senayan Jakarta Selatan

11. Mojo Cafe
Mangga Dua Square Level 3, Next to Surya Cinema Jakarta kota

12. Cyber Cafe
Orion Dusit Lantai Dasar. Jakarta Kota

13. Office – Istana Negara
Pers Room 1 President Office Jakarta Pusat

14. Office – Telkom
Jl. Gatot Subroto Graha Citra Caraka Jakarta Pusat

15. Dunkin Donat Pusat
Jl. Hayam Wuruk dekat dengan Wisma Hayam Wuruk Jakarta Kota

16. Plaza Semanggi. Lantai 1 dan lantai 2 dan Food court area
Jl. Jendral Sudirman Jakarta Selatan

17. Oma Sendok
di jalan Empu Sendok No. 45, Senopati keb baru Jakarta Selatan.

18. Bakoel koffie,
Bellaggio, Mega Kuningan.

19. BizNet Cafe,
Mega Kuningan

20. Delights cafe,
Jalan Kemang Raya, Kemang Jakarta Selatan.

21. Cafe Aksara Bookstore,
Kemang, Jakarta Selatan.

22. Restoran Hotel Grand Flora,
Kemang, Jakarta Selatan.

23. Cafe Lokananta,
Panglima Polim Selatan, Jakarta Selatan.

24. BAKWAN ECETERA
Jl. Benda No. 89, Kemang – Jakarta Selatan,

25. Mal Pondok Indah II,
mulai lantai paling bawah hingga ke lantai atas (foodcourt) – on weekdays only.
26. Depok Town Square (Foodcourt)
27. ZOE Cafe, Depok

28. Bakoel Koffe
Jl. Senopati, Belakang SCBD Jakarta Selatan

29. Prisma Sport Center [sering down]
Perum. Kedoya Permai Kebon Jeruk Jakarta Barat

30. Chiyyo cafe
sampingnya bakmi metropolitan, Casablanca. Free wi-fi.

31. Di sandwich bakar – Jl. pangeran Antasari.

November 19, 2007 at 4:02 am 2 comments

75 mistakes a woman make in managing money – part one

:: part one, the first ten :: 

Ada satu artikel yang saya baca, dari Lois P. Frankel, Ph.D.

Biar bisa dihayati, here are the first ten ya:

75 Kesalahan Perempuan dalam Mengelola Uang
1. Berjuang demi Bertahan Hidup, Bukan Mendapatkan Kekayaan.
2. Tidak Menetapkan Target Finansial
3. Tidak Tahu Kekayaan Bersih Anda
4. Tidak Bermain untuk Menang
5. Mendengarkan Kata-kata si Pembantah
6. Menciptakan Batasan-batasan Palsu
7. Tidak Mengimbangi Strategi dengan Siasat
8. Tidak Berani Keluar dari Wilayah Aman Anda
9. Tidak Memprioritaskan Kemakmuran Finansial Anda
10. Memilih untuk Tetap Buta Finansial

Jujur aja, saya juga nggak melek-melek bangeut masalah mengelola uang. Being an impulsive person, jadinya ya gini, nyaris nggak bisa nabung sama sekali. Mulai punya penghasilan sendiri sebenernya udah dari SMA, bantuin kakak jualan baju, dan dapet uang saku yang lumayan bangeut. Cuman ya itu, langsung abis-dapet-abis.

Mulai kerja beneran waktu masih kuliah, plus dapet honor nulis dan ngajar kadang-kadang, dan lagi-lagi uangnya nggak terkelola dengan baik. Saya nabung cuman kalau saya punya keinginan. Pengen jalan-jalan ke sini, pengen beli ini-itu, butuh uang segini, nabung mati-matian. Berhasil biasanya. Tapi abis itu ya udah, tabungan amblas lagi.

Baru setahun ini saya mulai belajar mengelola uang. Mengelola uang itu ternyata nggak cuman disiplin nabung sekian rupiah per bulan ke rekening tabungan kita. Ternyata, kalau mau hasilnya maksimal, jangan cuman kita yang kerja cari uang, tapi uang kita juga harus kerja. Caranya? cari yang halal donk…Mulai deh saya jadi seneng baca buku soal investasi, financial planning, mengelola keuangan pribadi, menyiapkan pensiun, sampai buku bisnis dan marketing. What a world ya! Saya udah ketinggalan banyak ternyata…Tapi nggak ada kata terlambat untuk belajar kan?

Dari belajar itu juga saya jadi tau, kalau mau investasi jangan campur adukkan dengan asuransi (unit-link yang lagi trend itu lho…).  Waktu tahun lalu, Oktober 2006, THR kan masih sisa. Kebetulan pas saya ke bank mau deposito (bank saya Bank Permata, udah dari jaman baheula, dari jaman masih Bank Universal), ada orang asuransi Allianz yang menawarkan untuk ikutan unit-link Allianz kerjasama dengan Bank Permata. Iming-imingnya menarik, dan karena auto-debet langsung ke rekening saya, saya pikir saya jadi bisa nabung dengan disiplin tiap bulannya. Jadilah saya ikutan unit-link itu. Di tengah jalan, saya tertarik ikutan reksadana. Waktu itu saya coba ke Reksadana Manulife yang gampang caranya, dan minimalnya juga rendah, cuman Rp 100.000. Iseng aja ikutan sejuta. Lama-lama kok saya lihat pertumbuhan investasi saya lumayan cepat ya yang di Reksadana. Sedangkan yang di unitlink? Dari sekian rupiah yang saya setor setiap bulan, hanya 40%nya yang dialokasikan untuk investasi dan sisanya untuk asuransi. Saya hitung-hitung sederhana dengan excel, perkiraan pendapatan yang mungkin saya dapatkan dengan laju pertumbuhan yang saya alami, kalau saya invest di Reksadana vs Unit-link. Iseng lagi cari-cari info kalau beli asuransi murni (tanpa investasi) dengan UP seperti yang saya dapat di unitlink emang berapa ya harganya?

Hasilnya ternyata beda jauh. Apalagi saya niatnya kan buat investasi jangka panjang, jadinya makin banyak lagi bedanya. Jadi deh saya tutup unit-link saya (lumayan juga, ‘rugi’ 50%nya, karena udah terpakai untuk premi asuransi yang nggak bisa balik kan?), tapi itung-itung ongkos belajar. Sekarang saya rutin, mencoba disiplin, untuk setor ke reksadana saya sejumlah uang setiap bulan.

Abis ini, saya lagi mulai instrumen investasi yang lain. O iya, one principle in the investment, do NOT put all your eggs in one basket. Maksudnya, jangan semua uangnya dimasukkan dalam satu keranjang investasi. Pisah-pisah. Karena investasi itu beresiko (makin tinggi resikonya, makin tinggi returnnya), jadi biar resikonya tersebar, sebarkan juga investasinya ya…

…bersambung ke part 2…

November 16, 2007 at 9:37 am 7 comments

makin banyak orang stress

:: this is about more people (in Jakarta especially) are getting stress nowadays… ::

iya, bener…makin hari saya liat orang-orang stress makin banyak berkeliaran di negara tercinta ini…yang nggak keliatan, tapi baca dan denger di koran dan berita juga tambah banyak…masih inget kan yang ada ibu-ibu membunuh 4 orang anaknya di bandung? kemaren sempet ngobrol sama sopir taxi, dan dia cerita soal seorang ibu di depok yang memaku kepala anaknya yang umur 1 tahun! gendeng kan…! pakunya udah masuk sampai 4 cm ke dalam kepala si anak, untungnya ada tetangga yang datang dan anaknya bisa terselamatkan.Masih inget juga kan ibu muda yang terjun dari apartemen (Casablanca atau Ambasador ya? lupa..) sambil bawa anaknya. The world is getting crazy!

Kalau dari baca-baca di koran, analisa pakar, sosiolog, pemuka agama dll sebagian besar pada bilang kalau itu karena tekanan a.k.a himpitan beban hidup yang makin berat. Cari uang makin susah, sedangkan biaya kebutuhan hidup naiknya makin gila-gilaan. Tapi apa iya, beban hidup yang makin berat bisa jadi justifikasi untuk kita stress?

Kita kan masih punya agama…masih punya Tuhan…masih punya harapan…

Nggak ada uang? OK..tapi stress-stress sendiri juga nggak akan memecahkan masalah kan? Be CREATIVE! Cari uang…Satu hal yang saya yakin pasti, Tuhan nggak akan ngasih cobaan melebihi kemampuan kita. Kalau kita mau usaha, pasti bisa! Sampah aja bisa jadi uang…

Mungkin banyak yang bilang, gampang buat saya bilang, karena saya nggak mengalami apa yang orang-orang itu rasakan. Ow, you’re wrong! Kedua orangtua saya itu bukan pegawai yang tiap bulan terima gaji, mau kerja atau nggak. Dua orang yang sangat saya hormati dan saya cintai itu orang usaha, orang dagang, dengan penghasilan yang tidak menentu, so I know what I am talking about. Saya bersyukur punya mereka berdua, for me they are the best parents one could ever expect ! Mungkin postingan lain kali, saya bakalan cerita lebih banyak tentang beliau berdua.

Intinya sih, apapun masalah yang sedang kita hadapi sekarang, jangan stress.

Berdoa dan berusaha. Pasti masalahnya lama-lama terangkat dengan sendirinya 🙂

PS: post ini sebenarnya buat adik saya tercinta, ciwi. Kemaren dia baru dimarahin orang di Gramedia, karena menegur orang yang nyela antrian. Padahal negurnya baik-baik lho…Eh, bukannya malu karena sudah seenaknya, si bapak itu tadi malah marah-marah. Dia emang lagi stress atau emang psikopat ya…?!

November 15, 2007 at 9:47 am 1 comment


Categories

…recommended…

...photos...photos...

…i am part of…

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

...since january 3, 2008...

  • 118,239 hits