financial planning is NOT fun!

Saya masih ingat benar ‘perkenalan’ saya dengan nama-nama seperti S*fir Send*k dkk. Waktu itu, kira-kira setahun yang lalu, waktu ada promo HP CDMA Esia yang mulai mengeluarkan HP-HP murah. Lagi ngobrol-ngobrol mau beli type yang mana, seorang teman mengeluarkan kalkulator, mulai menghitung pendapatan, pengeluaran bulanan, dan tambahan pengeluaran kalau membeli tambahan 1 nomor HP lagi. Intinya, katanya, bedakan kebutuhan vs keinginan. Itu kata Safir Senduk, katanya lagi. Itu pertama kali saya dengar nama itu.

Dan saya spontan bengong. Idih, males bangeut! Beli HP yang (menurut saya) penting itu aja kok diitung-itung? Ada duit ya beli…Hidup kok ya dibuat susah! Mendzalimi diri sendiri!

Ngeliat saya yang bengong gitu, teman saya mulai nyerocos soal perencanaan keuangan, pentingnya budgeting, punya tujuan keuangan, dan lagi-lagi itu, bedakan keinginan dan kebutuhan. Saya langsung males lagi. Keinginan ya kebutuhan. Kerja susah-susah cari uang, buat apa kalau nggak untuk memenuhi keinginan, bukankah begitu?

Terus mulai ngomong soal investasi. Nah, ini saya agak tertarik. Retire young, retire rich, dan bisa bersenang-senang tanpa mikirin cari uangnya gimana. Liburan, HOREEEE !!!

Dari situ mulai deh saya beli buku, browsing, melahap semua soal keuangan, termasuk menulis di blog ini, supaya saya nggak lupa apa yang saya pelajari (dan mulai coba lakukan). Memang nggak semua saya tulis, malu-maluin soalnya kadangan hehehe Tapi lumayan lah, ada kemajuan, kalau saya liat blog-blog saya yang dulu, mana ada topik beginian ;) I feel more like a responsible adult :D Ini benar-benar dunia baru buat saya. Jangan salah, saya memang lulusan ekonomi, tapi lebih ke ekonomi makro, dengan segala asumsi, perhitungan dan teori perekonomian makro (halah, better not discuss it here). Bukan finance, apalagi personal finance (maybe I should take another course in personal finance? menarik soalnya ternyata, saya suka hehehe :D ). Untung juga kuliah ekonomi, jadi lumayan cepet ngeh soal inflasi, return on investment, pengaruh kondisi makro ke investasi (pribadi), interest rate…

Segala sesuatu kan katanya awalnya yang susah. Kalau udah jadi kebiasaan, jadi lebih gampang. Saya juga baru setahun ini mulai menata keuangan saya yang nggak seberapa. Makanya ditata, diplanning, biar yang nggak seberapa itu bisa maksimal. Sekarang sih masih ‘muda’, masih kuat cari uang lembur-lembur, tapi kita nggak mau kan diperbudak kerjaan terus? Diperbudak uang terus? Kerja keras cari uang, tapi uangnya nggak tau kemana, seperti menguap begitu saja. Nanti kalau pensiun gimana? Kalau dipecat kantor gimana? Kalau tiba-tiba ada resesi besar-besaran dan susah cari kerja gimana?

Saya dulu juga begitu :( Uang nggak tau abis kemana. Masih asik-asik aja, karena tiap bulan masih terima gaji. Beli mobil aja kalo nggak dipaksa kakak (dibayarin DP-nya, dan saya ‘terpaksa’ nyicil uang kreditnya yang ampun-ampunan itu tiap bulan), mungkin sampai sekarang saya belum punya mobil, tapi uang tetep abis nggak tau kemana. Urunan beli apartment juga gitu. Tau-tau kakak saya beli apartment 2 unit, dan saya ‘harus’ urunan bayar cicilannya yang bayarnya pake tunai bertahap itu. Ampuuunnn! Tapi sekarang saya bersyukur. Kalau nggak ‘dipaksa’ gitu, uang saya akan tetep abis, lengkap dengan tumpukan barang tak terpakai di gudang yang makin meninggi ;)

Masih belajar, masih salah-salah juga kadangan. Learning by doing, and mostly I did it wrong hehehe Makanya saya suka nyetanin teman-teman saya untuk mulai investasi dkk, jadi saya kan ada tambahan teman diskusi :) Adik saya ikutan saya setanin juga. Dia suka juga tuh. Saya bangga, seumur dia, dia udah mulai mikirin investasi (mengingat dulu nazar lulus UMPTNnya adalah beli buku komik, heran juga dia bisa mulai mikirin investasi :D ). Saya seumur dia dulu, wuahaahahah…!!! (btw, kalau mau baca blognya, di sini – http://ciwigunawan.blog.friendster.com).

Ternyata nggak se-menyiksa diri seperti yang saya kira. Justru kayaknya hidup lebih aman. Masih kok ikutan rebutan ke sale. Masih juga hunting tanggal merah, tiket murah, dan menghitung-hitung kapan uang saya cukup buat liburan. Masih hobi nyobain tempat makan.

Tapi kayaknya jadi lebih tenang. Karena saya tau, walaupun uang saya habis untuk berburu sale atau pernak-pernik gak penting kesukaan saya, tapi dana buat ngelahirin, buat sekolah anak, buat dana darurat kalau ada apa-apa, buat dana pensiun, alhamdulillah mulai terkumpul dikit demi sedikit, dan aman tersimpan di postnya masing-masing :)

So yeah, now I can say that financial planning is NOT indeed FUN! :)

2 comments December 10, 2008

haramkah bermain saham?

Almost the end of the year…Thought of starting my own stock portfolio since the middle of the year, unfortunately have no time to learn the fundamental thingy (yeah, right, no time to learn or not enough guts and courage to start? ;) you can always made up reasons for sure). What I have now is Reksadana, not enough adrenaline, just follow what your MI decides…nggak seru hehehee

I think I am ready next year…GO GIRL! (psssttt, I am no longer a girl I think, will be 30 next year, haha!)

First thing first, halalkah bermain saham?

Ini ada beberapa referensi yang saya baca, siapa tau berguna juga buat yang mau ikutan main. Belajar bareng yuk :)

* Dari http://syariahonline.com

Pada dasarnya berinvestasi itu halal, yang membuatnya menjadi haram adalah bila terdapat beberapa faktor, misalnya:

1. Investasi Dengan Sistem Bunga / Interest

Di bursa saham itu harus anda pastikan bahwa sistem investasinya adalah investasi mudharabah, yaitu investasi bagi hasil. bukan sistem riba yang membungakan uang. Sebab bila investasi itu menggunakan pembungaan uang, maka hukumnya menjadi haram oleh sebab akadnya yang ribawi itu.

2. Investasi Pada Bidang Yang Halal

Anda juga pastikan bahwa investasinya pada perusahaan yang halal, baik produknya maupun metode pengembangan usahanya.Maka bila perusahaannya itu memproduksi babi, makanan haram, prostitusi, obat-obatan narkotika dan sejenisnya, maka investasi di bursa saham itu pun ikut haram.

3. Menghindari Investasi Yang Bersifat Spekulasi

Investasi dengan cara spekulasi yaitu sikap gambling/judi atau untung-untungan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya seraya merugikan investor lainnya. Spekulasi ini dilakukan antara lain melalui margin trading, short selling dan option dengan mengharapkan capital gain. Namun demikian tidak semua harapan keuntungan melalui capital gain dapat dikategorikan termasuk spekulasi.

Sedangkan margin trading, short selling dan option dilarang karena Islam tidak memperbolehkan seseorang menjual sesuatu yang tidak ada padanya/tidak dimilikinya. Selain itu ada laranan berbisnis dengan cara untung-untungan.

* Dari http://www.halalguide.info

Jual beli saham pada dasarnya adalah merupakan bentuk syirkah mudharabah, dimana antara pengusaha dan pemilik modal sama-sama berusaha yang nantinya hasilnya bisa dibagi bersama. Dalam hal ini, pemegang saham adalah pemilik modal dan bank sebagai pengusahanya. Hanya perlu diperhatikan masalah kehalalan usahanya. Bila bank tersebut adalah bank konvensional yang menggunakan sistem bunga ribawi, tentu saja seorang muslim tidak boleh mendukung jenis usaha tersebut. Karena bunga riba adalah sesuatu yang diharamkan Allah. Ayat tentang bunga riba ini ada di QS. Al-Baqarah : 275, QS. Al-Baqarah : 276, QS. Ali Imran : 130.

Sehingga membeli saham bank konvensional tersebut pun terlarang karena uang kita akan diputar dalam sebuah bisnis ribawi yang diharamkan. Hal yang sama juga berlaku pada saham perusahaan yang jelas-jelas produksi merupakan barang yang diharamkan syariat seperti minuman keras, rokok, usaha panti pijat dan sejenisnya.

Banyak sumber lain, bisa tanya ke om google. Saya cukup 2 itu aja, dengan fatwa halal dari MUI.

I got homework for next year, YAY! :D

2 comments December 5, 2008

hypnobirthing – part 2

…mau nerusin tulisan soal hypnobirthing…

…to know more what is hypnobirthing, read part 1, here

Gabung di milis hypnobirthing, terus baca ada kelas hypnobirthing yang bakalan mulai. Langsung daftar. Sesinya setiap Sabtu sore, di RS Bunda, Menteng.

Setelah menyelesaikan urusan administrasi, saya dan Rahman langsung ke atas, ke ruangan kelasnya. Ada 6 pasangan yang ikutan, termasuk saya dan Rahman. Dari ke-6 pasangan itu, kandungan saya yang paling muda. Yang lain rata-rata sudah 7-8 bulan. Ada yang 6 bulan juga. Saya waktu itu baru sekitar 3.5 bulan. Kami datang agak telat waktu sesi pertama, begitu masuk udah ada video tayang. Untungnya pas jam istirahat, saya bisa minta ulang videonya. Jadi nggak ketinggalan.

Kelasnya dipandu sama Ibu Lanny langsung, yang suaranya emang buat adeemmm bangeut, kayaknya denger suaranya aja udah relax :P

Video pertama tentang perkembangan janin. Dari mulai pembuahan, bagaimana perjuangan sperma yang ribuan itu dan hanya satu (kalau kembar ya lebih…) yang berhasil nembus dinding sel telur. Sampai ke pembelahan sel dari yang awalnya hanya satu sel itu sampai membentuk jantung, limfa, mata, kepala, tangan, kaki dan organ-organ tubuh lain selama 9 bulan dalam kandungan. Takjub bangeut ngeliatnya, Allahu Akbar…Takjub campur terharu. Saya sampai berkaca-kaca huhuhuhu…Kesimpulannya: peserta tercengeng hari itu adalah…DEDEK! (Rahman juga berkaca-kaca deng *caritemen*)

Yang jelas nonton video itu buat saya merasa jadi perempuan paling beruntung sedunia, berasa ajaib dan sakti bangeut :) Melihat janin yang tanpa daya itu, saya pengen nangis lagi. Sekaligus janji, untuk nggak mensia-siakan titipan Tuhan yang satu ini…

Setelah nonton video, kemudian ada penjelasan dari Bu Lanny, campur cerita pengalaman-pengalamannya selama ini dengan pasien-pasiennya. Bu Lanny cerita detil soal pengalaman bayi saat berjuang keluar (ada videonya juga, takjub deh liatnya. Bayi sekecil itu tahu lho jalan keluarnya sendiri). Proses persalinan bisa jadi proses yang stressful buat bayi, ‘terpaksa’ keluar dari kenyamanannya selama ini. Padahal, dari sononya bayi sudah punya naluri untuk membantu proses kelahirannya sendiri. Kalau ibu relax, akan sangat membantu bayinya. Bayi justru akan membantu Ibu dalam proses ini. Ketika akan melahirkan, Tuhan udah ngatur supaya otot-otot panggul kita melemas, untuk mempermudah bayi keluar. Kalau ibunya stress, panik, otot panggul jadi mengeras, bayi makin susah untuk keluar, dan ibu makin kesakitan.

Dari cerita-cerita Bu Lanny, saya makin takjub lagi. Betapa bayi yang masih janin itu sebenarnya sudah mulai merekam emosi orang di sekitarnya, Ibunya terutama. Banyak penelitian membuktikan, lengkap dengan cerita pengalaman orang, kalau emosi Ibu selama proses kehamilan banyak mempengaruhi bayi dalam kandungan, bahkan sampai si anak besar, seperti menjadi gampang cemas, depresi, percaya diri atau tidak dan lain-lain. Panjang kalau diceritain satu-satu di sini, yang jelas NEVER UNDERESTIMATE A BABY. Walaupun masih janin (bahkan menurut Bu Lanny sampai nanti umur 2 tahun, spirit sang bayi masih melekat dengan ibunya), mereka sudah dikaruniai spirit dan kemampuan yang kadangan kita pikir nggak mungkin ;)

Setelah cerita-cerita itu, sesi kemudian dilanjutkan dengan latihan relaksasi dengan pernafasan. Tetap dengan posisi duduk, kita diajarkan untuk mengatur nafas sambil berkonsentrasi dipandu Bu Lanny dan diiringi alunan musik. Sempet jadi agak ngantuk juga, untung pas sesinya udah kelar, saya otomatis juga terjaga.

Sesi dilanjutkan dengan metode pendulum. Masing-masing peserta diberi pendulum, berbentuk seperti gantungan kunci dengan anakan bola kristal kecil. Dengan konsentrasi penuh, pendulum bisa bergerak ke kanan kiri sendiri, tanpa digerakkan oleh tangan kita. BERHASIL! YES! Saya berasa jadi Dedi Corbuzier, and feel ready to start bending a spoon next! Halah! Jadi, dalam kondisi relax, kita jadi bisa lebih konsentrasi dalam mengendalikan pikiran dan tubuh kita. Hubungannya dengan persalinan? Sama aja. Kalau nanti kita relax, pikiran dan tubuh bisa terkendali sehingga hormon endorphin bisa bekerja dengan semestinya, membantu mengurangi rasa sakit dan melemaskan otot tulang panggul, jadi sang bayi lebih gampang keluarnya…

…Next: Sesi 2 of the hypnobirthing class…

Add comment November 30, 2008

puaaasss !

Saya punya sahabat dekat yang sudah seperti abang saya sendiri. Teman dari SMP, tapi baru dekat setelah lulus SMA dan kuliah. Dari dulu hobinya nyela saya, yang dibilang Cina murtadlah, tembemlah, pisces sensitif tapi kebo lah…wah, udah kebal rasanya becanda, berantem, sampai saling kritik pedas tak berdasar :P

Saya menikah akhir Januari 2008, dia Mei 2008 (ikut-ikuutttt aja deh! :P ). Ini saya puas (nyela). Karena dia menikah dengan seorang perempuan baik hati dan sabar (yang ini sangat saya syukuri :) ), orang Manado berkulit putih yang notabene seperti Cina, dan agak…tembem! Padahal dulu dia (ngakunya dan memang semua mantannya) suka sama perempuan berpipi tirus…Huahahaha…

Tidak lama setelah dia menikah, dia telpon saya, katanya ****** (istrinya hamil). Saya juga baru beberapa hari sebelumnya tau kalau saya hamil :P Dengan puas, saya bilang ngelahirinnya pasti nanti Maret. Hidup Pisces! :D

Beberapa waktu yang lalu, dia telpon lagi. Tanya HPL (Hari Perkiraan Lahir) saya.

Dan ini yang buat saya makin puasssss!

Saya lahir tanggal 11 Maret.

HPL saya (kata dokter saya) insya Allah tanggal 12 Maret :D

HPL istri sahabat saya itu (kata dokternya) tanggal 13 Maret :P

Wuahahahahaha…!

1 comment November 27, 2008

hypnobirthing – part 1

Waktu pertama kali tau bahwa saya hamil, hobi browsing saya mendadak pindah topik. Yang biasanya tentang saham, bisnis, resep makanan, tujuan wisata, berubah jadi KEHAMILAN. Koleksi buku saya juga bertambah, lagi-lagi soal kehamilan (the best book is still ‘What to Expect When You Are Expecting).

Dari iseng-iseng browsing, nggak sengaja ketemu soal hypnobirthing. Being a strong believer in spiritualism-power-of-mind-and-self-hypnosis (bukan klenik-horor ya), saya langsung tertarik untuk ikutan. Apa yang saya baca seperti menjawab keheranan saya, kenapa ibu-ibu jaman sekarang sepertinya ribut sekali mempermasalahkan sakitnya melahirkan ya? Kayaknya kalau ibu-ibu jaman dulu, di kampung, asal mbrojol aja anaknya langsung keluar. Di bawah meja. Di ladang. Nggak ada heboh-heboh pecah air ketuban, kesakitan dan minta di-caesar. Abis itu bisa langsung nyawah lagi, nyangkul lagi. Awalnya saya pikir, karena ibu-ibu sakti-tahan-sakit itu tetap rajin beraktivitas, nggak malas sampai melahirkan, walaupun sedang hamil besar. Mungkin itu bener juga, tapi waktu ikutan hypnobirthing, saya seperti tercerahkan. Sakit waktu melahirkan memang wajar dan proses yang alami. Tapi pada sebagian orang, sakit tersebut lebih parah dari seharusnya karena banyak dipengaruhi oleh rasa panik, takut dan stress (rasa takut buat tegang, terus panik. Akibatnya otot – otot jadi kaku dan akhirnya malah jadi makin sakit dan memperlama proses melahirkan).

Sebenernya apa dan bagaimana sih hypnobirthing?

Ini saya kutip dari FAQ web hypnobirthingnya ya:

1. Apakah sebenarnya HypnoBirthing® ?

HypnoBirthing® merupakan suatu metode baru yang dikhususkan untuk wanita hamil dengan melakukan relaksasi mendalam, bertujuan untuk mempersiapkan proses kelahiran normal yang lancar,nyaman dengan rasa sakit yang minimum.

2. Mengapa saya harus melatih HypnoBirthing® ?

Latihan HypnoBirthing® akan banyak memberikan manfaat karena melatih ibu hamil untuk selalu rileks, bersikap tenang dan menstabilkan emosi. Hasil dari latihan ini bukan hanya dirasakan saat ibu sedang hamil, namun hingga setelah melahirkan dan dalam kehidupan sehari-hari. Ketenangan ibu dan kemampuan ibu untuk mengendalikan emosi akan berdampak positif pada orang – orang di sekitarnya.

3. Apa yang sebenarnya saya lakukan saat melatih HypnoBirthing® ?

Anda akan diajarkan untuk menenangkan pikiran dengan cara fokus dan konsentrasi. Anda juga akan diajarkan cara pernapasan yang tepat untuk mencapai kondisi rileks dan menyehatkan tubuh, diikuti dengan self-hypnosis dengan kalimat afirmasi dan sugesti untuk mencapai kelahiran yang sehat, nyaman dan lancar.

4. Kapan sebaiknya saya memulai latihan HypnoBirthing® ?

HypnoBIrthing® dapat dilakukan dari sejak awal masa kehamilan, paling tepat adalah pada trimester pertama. Latihan relaksasi akan berdampak positif bagi janin dan kestabilan emosi ibu. Ibu hamil mengalami perubahan hormonal yang sangat drastis sehingga dengan HypnoBirthing®, efek perubahan hormonal akan terkontrol baik secara emosi maupun fisik seperti mual muntah di trimester pertama.

5. Saya sudah memasuki trimester ketiga masa hamil, apakah terlambat untuk mengikuti HypnoBirthing® ?

Walaupun HypnoBirthing® paling baik dimulai saat trimester pertama kehamilan, namun tidak menutup kemungkinan untuk melatih metoda ini di trimester akhir. Ibu tetap akan diajarkan untuk mencapai kondisi rileks seperti jika mengikuti latihan dari trimester pertama, namun mungkin waktu untuk melatih akan lebih singkat karena masa kelahiran telah dekat.

6 . Apakah benar saya dapat melahirkan tanpa sakit?

Benar. Rasa sakit akan muncul saat kontraksi persalinan. Jika ibu panik dan takut, otot akan menegang dan rasa sakit akan semakin parah. Rileks-nya otot rahim akan sangat mempengaruhi rasa sakit yang terjadi, terlebih pada tahap pembukaan akhir. Jika ibu berhasil melatih otot untuk tetap rileks, pikiran untuk tetap tenang, maka rasa sakit kontraksi akan sangat minim, bahkan tidak terasa. Keberhasilan mengontrol ini terprogram pada alam bawah sadar ibu, karena itu keberhasilan usaha menghilangkan rasa sakit akan berbeda pada setiap ibu.

7. Jika saya mempraktekkan HypnoBirthing®, apakah saya akan tertidur selama proses persalinan?

Sama sekali tidak. Jika tidak menggunakan obat bius yang menyebabkan rasa kantuk, ibu akan 100% terjaga dan dapat menikmati setiap detik proses persalinan hingga kelahiran si buah hati.

8. Apakah latihan ini akan berpengaruh buruk terhadap janin saya?

Tidak. Justru sebaliknya, latihan ini akan berpengaruh positif terhadap janin karena ketenangan pikiran yang dirasakan ibu, akan ikut dirasakan janin. Ikatan batin ibu dan janin pun akan terasa lebih erat karena latihan HypnoBirthing® juga menyangkut adanya getaran gelombang pikiran ibu kepada janin.

9. Apa bedanya HypnoBirthing® dengan relaksasi?

Dasar yang digunakan adalah relaksasi. Namun pada HypnoBirthing®, ibu akan diajak untuk berkonsentrasi dalam memberikan sugesti dan memprogram alam bawah sadar sesuai dengan tujuan latihan tersebut. Untuk mencapai keberhasilan penanaman sugesti ini, dibutuhkan kondisi yang rileks dengan proses relaksasi.

10. Dapatkah saya melatihnya sendiri?

Tentu saja. Ibu hanya perlu mencari suasana yang nyaman dan cocok untuk melakukan relaksasi tanpa gangguan, lalu mulailah bernapas untuk rileks. Saat kondisi rileks telah dicapai, niatkan keinginan ibu dan konsentrasilah pada niat itu. Ibu dapat menggunakan musik relaksasi dan aromaterapi yang aman bagi janin, untuk melatih HypnoBirthing® sendiri.

11. Apakah HypnoBirthing® menggunakan semacam obat-obatan dalam latihannya?

Sama sekali tidak. Justru HypnoBirthing® bertujuan agar ibu dapat melahirkan dengan nyaman dan menghilangkan rasa sakit melahirkan tanpa bantuan obat bius apapun. HypnoBirthing® menekankan pada penanaman sugesti pada alam bawah sadar dimana semua ini tergantung pada niat ibu dan bukanlah obat.

12. Benarkah saya dapat berkomunikasi dengan janin menggunakan metode ini?

Benar. Tercapainya kondisi rileks akan membawa gelombang otak kita pada kondisi yang lebih tenang sehingga memungkinkan untuk berkomunikasi secara batin pada janin. Beberapa client telah membuktikan bahwa bayi dalam kandungan ternyata bisa diminta menendang atau beraktifitas sesuai keinginan ibu hanya dengan menggunakan bisikan batin.

13. Adakah efek samping negatif dari HypnoBirthing® ini?

HypnoBirthing® tidak menggunakan ramuan ataupun obat-obatan dalam prakteknya, sehingga tidak memiliki efek samping negatif apapun.

Saya dan Rahman ikut hypnobirthing ketika usia kandungan saya 14 minggu. Katanya lebih dini ikut lebih baik, jadi waktu latihannya bisa lebih lama. Saya nggak berani ikut waktu trimester pertama, karena kan masih rawan, takutnya udah ikut segala macem, dan ada apa-apa, wallahualam…

Waktu itu sesinya ada 3 kali, setiap hari Sabtu, di RS Bunda, Menteng.

Biaya: Rp 600.000 untuk 3 sesi (dibayar di awal).

Kalau ada yang minat untuk ikutan, bisa hubungi ke:

Pro-V Clinic
Holistic Health Care
Jl. Let.Jend.Soeprapto No.60
Komplek Indra Sentral Blok AH/AI
Cempaka Putih – Jakarta Pusat
Telp. 021 – 426 5321
Fax. 021 – 426 5320
E. provital@cbn.net.id

…to be continued: pengalaman saya ikutan sesi-sesi hypnobirthing…

5 comments November 24, 2008

first trimester is over

* disclaimer*

* this post is really late, like 2 months late..I am 21 weeks now :P *

* USG picture below was taken when the fetus = 15 weeks *

dsc002343

Katanya trimester pertama itu yang lagi berat-beratnya. Masa pembentukan janin, masa-masa dimana si Ibu sedang parah-parahnya mual muntah, bahkan susah makan dan mencium bau apapun…

Saya alhamdulillah bangeut, nggak mual, nggak muntah, nggak ada ilang nafsu makan (menggila malah iya…Laper mulu! Kacau!)

Percaya nggak percaya, sugesti dan ngajak ngomong janin itu works! At least for me…

Waktu pertama tau positif hamil, saya udah wanti-wanti dalam hati

“We need to work together as a great partner for the next 9 months, so please..please…help me…Please…please…don’t make me vomit and nausea…You can ask any food you want…But I still need to do my activities…Please…I need you to work together with me…”

Voila, saya nggak mual hehehe Good kid! Dan percaya nggak percaya, the kid indeed ask for the food s/he wants! Selera makan saya berubah. Saya jadi suka pasta dan makanan Eropa lain. Padahal saya kan pencinta makanan Asia hiks…

This is me in the first trimester:

- Mulai minum susu khusus buat ibu hamil. Dan…gak suka! I loooovvveee milk, so it’s killing me when I feel so terrible every time I have to drink that chocolate-taste liquid, yikes! Akhirnya, saya cuman tahan minum susu hamil 2 dus (kira-kira 2 minggu), abis itu I am back to my Ultramilk and Bear Brand…Love them!

- Laper mulu. Gila-gilaan. Waktu awal hamil dan pas ke kantor, saya nggak bawa bekal apa-apa. Sore laper bangeut, akhirnya delivery lasagna (I’ve told you I am craving for Italian food, right?). Hampir 2 jam kemudian baru dianter :( Besoknya, saya bawa bekal: buah. Ternyata nggak cukup. Saya masih lapar. Mau delivery lagi, kapok, kalau lama lagi, lapernya bener-bener buat saya meradang. Oprek-oprek dapur (kantor saya kayak rumah, ada dapur, enak deh!), ketemu telur dan ada nasi sisa makan siang. Mau goreng telor, nggak ada minyak. Jadilah saya makan telor rebus+nasi+sambel botol+kecap. Kenyang dan saya tenang :) Kalau lagi kerja di rumah enak bangeut. Laper tinggal buka kulkas. Kalau ke kantor, sekarang saya bawa bekal memadai (roti 2, buah minimal 2, dan yogurt). Jangan salah, makan siang tetep makan di luar :P 3 bulan pertama, saya naik 6 kilo :D

- Degdegdeg. Bener ya ternyata, hamil itu buat kita jadi gampang khawatir. Dulu saya suka sebel liat kakak saya yang kuatir-kuatir nggak jelas, sekarang saya baru ngerti. Khawatir, soalnya nggak bisa liat dia gimana di dalem. Baik-baikkah? Mana banyak cerita-cerita horor soal kehamilan gitu. Pertama saya deg-degan soal blighted ovum. Lega dari situ, deg-degan lagi soal TORCH. Dengan riwayat saya yang pemakan segala dan pencinta daging mentah/setengah mateng, saya panik setengah mampus. Nunggu hasil test lab yang sehari itu aja kayak 100 tahun :( Ketika rencana mau hamil, saya udah rencana mau tes TORCH. Ternyata, belum sempet test, udah positif. Terus lupa mau tes. Begitu sadar, panik minta ampun. TORCH kan bahaya sekali untuk kehamilan, trimester pertama terutama. Alhamdulillah, ternyata negatif semua juga. Karena TORCH itu virus, sebenernya sih tergantung ketahanan badan kita ya. Ada teman saya yang jauh lebih resik dari saya, jauh lebih menjaga makanan, ternyata positif tokso. Jadi memang badan kita harus kuat dulu…Btw, soal deg-degan ini, Rahman bilang kayaknya ntar anaknya sehat, bapaknya yang jantungan, kuatir mulu :P

- cewek atau cowok? Huuu…spekulasi soal jenis kelamin ini memang selalu ada mitos yang menyertai ya. Ada yang bilang anak saya cewek, karena saya hamilnya cenderung lempeng, nggak mual muntah. Katanya kalau nggak ribet gini, anaknya perempuan. Juga bentuk perutnya membulat. Yang terakhir langsung dibantah sama adik saya, ‘kak dedek kan emang udah bulat dari sebelom hamil.’ $##$#$#@@@!!!

Ada lagi yang bilang anak saya lelaki. Karena muka saya jadi jerawatan (belom lagi punggung…wuhuuuu…ku tak tau bagaimana menghilangkannya nanti :( ). Juga karena saya males dandan bahkan malas mandi. Yang ini juga langsung dibantah adik saya, “kak dedek kan emang udah males mandi dari dulu.” :P

Saya pasrah aja dikasih anak jenis kelamin apapun. Dikasih anak aja udah bersyukur bangeut kok ;)

- The magic movement. Hei, saya udah ngerasain dia nendang-nendang waktu saya masih 10 minggu lho. Awalnya saya nggak percaya itu dia. Soalnya saya baca-baca katanya some lucky mother can already feel the movement when the pregnancy is 12 weeks. Kok 10 minggu udah? Pas saya tanya-tanya, bener ternyata itu the movement :D Pas USG, emang dia selalu aktif gerak-gerak sih. Alatnya udah diarahin ke jantungnya (saya mau denger jantungnya), eh dia gerak, pindah lagi posisi jantungnya. Rahman seneng bangeut anaknya lasak gitu, mirip dia :P

- Vitamin dari dokter yang saya minum: elevit, fetavita. Fungsinya apa, browsing aja ya :)

- Join milis hypno-birthing. Soal hypno-birthing ini, nanti saya cerita lebih detil (kalau nggak telat posting lagi :P ). Siapa tau berguna buat yang lain ya…

- Nggak nyetir. Karena katanya 3 bulan pertama itu rawan, jadilah saya juga libur nyetir. Sebenernya kata dokter gak papa sih, kakak saya dulu juga sampai 9 bulan masih nyetir sendiri kemana-mana. Tapi karena ini kehamilan pertama, jadi suamiku itu ikutan rese’ ngelarang-larang. Saya jadi takut ada apa-apa juga, jadi nurut. Kemana-mana dianter jemput sama yang ngelarang (siapa suruh ngelarang :P ).

We still have 5 more months kiddo…Sorry if I sound like a selfish mother, keep on asking you to be strong…I need you to be strong, I have to…But I know you are doing great there (USG shows that you are in a healthy condition, and bigger than baby your age – no wonder if you see how big I am now :P ). So, please be strong, and bear with me…Love you…muchmuchmuchmuchmuch…

5 comments November 5, 2008

krisis…krisis…

Makin hari krisis makin berasa ya ke sektor riil. Ya jadinya pengaruh besar juga ke kita-kita ini. Harga susu naik, pampers naik, gas naik, jatah makan siang musti naik juga, taxi jadi mahal bangeut. Duh!
Di dunia maya juga, makin banyak email-email saya dapat soal what to do-what not to do di saat-saat begini. Pegang cash, jangan beli dollar, jangan beli emas, beli emas, beli dollar kan udah 11 ribu lebih..waduh, pusing!

Saya bukan ahli masalah keuangan, lagi belajar juga nih. Tapi ketika ada teman yang bilang ’sayang bangeut ya investasi lo’ (investasi saya memang lagi jeblok bangeut sekarang), ‘coba kalau tau dari awal tahun ya, kan bisa ditarik duluan’, ‘nasi udah jadi bubur ya’, saya agak-agak mikir juga…Haruskah saya menyesal? Soalnya walaupun (sementara) uang saya ambles, tapi kok saya tidak menyesal hehehe :p

Kenapa?

Selain karena uang yang saya investasiin memang juga nggak banyak (kalau nggak saya investasiin paling juga berubah wujud jadi pernak-pernik lucu gak penting), sebenarnya tanda-tanda krisis ini udah dari awal tahun kok. Cuman waktu itu kan belom (terlalu) pengaruh ke sektor riil, jadi ke kita nggak berasa. Dan saya tetap memilih untuk tidak menarik investasi saya, malahan tetap berusaha berinvestasi dengan teratur. Jadi bukan karena ‘nasi sudah menjadi bubur’ :p

Investasi saya yang ikutan tergonjang-ganjing (baca: saham) adalah investasi untuk jangka panjang.
Yang baru akan saya gunakan nanti, lebih dari 15 tahun lagi. Masa’ sih dalam waktu 15 tahunan itu, pasar tidak membaik? Lagipula, kalau saya berhenti investasi dan mulai menabung saja (seperti saran dalam salah satu email berantai yang saya terima), uangnya jadi nggak cukup untuk mencapai tujuan keuangan saya. Misalnya saja untuk dana pensiun. Setelah itung-itung, saya dan Rahman butuh uang 28 milyar untuk pensiun dengan nyaman, tanpa membebani anak cucu. Banyak bangeut ya? Ngeri melihat angkanya. Kalau dengan menabung, saya harus nabung sekitar 90 jutaan per bulan, selama 25 tahun untuk mencapai angka itu. Darimana uang sebanyak itu??? Ngeliat angkanya aja saya pingsan! Kalau investasi, insya Allah dengan ratusan ribu per bulan, 25 tahun lagi uang saya yang pas-pasan ini cukup buat mencapai angka segitu. Amien…

Kalau untuk tujuan jangka pendek, seperti melahirkan dan rencana-rencana lain yang pengennya dicapai dalam 3 tahun ke depan ini, saya memang lebih memilih menabung/deposito. Lebih aman untuk jangka pendek. Saham saya boleh anjlok, tapi saya tetap harus melahirkan (insya Allah) 4 bulanan lagi kan?

Jadi, kalau saya boleh urun rembug what to do with your money, yang paling penting menurut saya adalah:

Pertama, dana darurat, dana darurat, dana darurat.

Dana ini jadi 1000x lipat lebih penting sekarang. Nggak ada yang tau kondisi perekonomian ke depan gimana. Nggak ada yang tau sampai kapan perusahaan bisa membayar kita. Jadi, DANA DARURATnya dipenuhin dulu, jangan sampai kosong!

Kedua, Kalau dana daruratnya udah penuh, sampe luber, udah siap dengan kondisi apapun yang bakalan terjadi nanti (diPHK, harga barang makin menggila dll), dan masih ada uang sisa banyak, lihat lagi tujuan keuangan Anda, terutama yang jangka pendek. Alokasikan untuk memenuhi yang buat jangka pendek dulu. Caranya? Lihat profil resiko. Kalau mau aman, ya nabung aja.

Ketiga, dana darurat udah, tujuan jangka pendek juga udah terpenuhi. Terus ngapain? Ya…liburan aja, daripada pusing mikirin masa depan yang nggak jelas! hehehe :P Seriously, daripada uangnya abis ke M*tr* Great Sale yang penuh orang itu (termasuk saya hehehe), sisihkan sebagian aja buat ke great sale yang lain, stock market! Saham-saham bagus lagi obral gila-gilaan tuh. Tapi inget, ini uang yang emang bener-bener harus udah siap kalau hilang ya. Udah siap kalau harus menunggu lamaaaa sekaliiii baru menghasilkan. Uang yang memang nggak akan dipergunakan sewaktu-waktu (kan tadi udah punya dana darurat, jadi bisa dong pake itu ;) )

Yang pasti, jangan ikut-ikutan jadi spekulan dadakan yang jual-beli USD dalam keadaan begini. Paling untung berapa sih? Tapi makin membuat negara kita seperti kehilangan harga diri.

Mendingan uangnya buat beli produk-produk Indonesia (nah, yang ini saya setuju dengan email berantai itu). Seharusnya kita memang cinta produk-produk Indonesia SELALU bukan, nggak cuman pas krisis aja? ;)

6 comments October 30, 2008

2008

I once wrote about things I wanna do and accomplish in this year.

It’s the 10th month of the year, the year is not yet end, but there are many things happen in my life already. Some are expected, most are definitely not. It is indeed an amazing year! Happy, sad, happy, joy, nervous, happy, confuse, happy, worry, excited…too many too mention…Achieve some plans, neglect others, achieve some unplanned things…Funny how life works…

When I wrote in the middle of the year that I feel like many more surprises are about to come, I had no idea that it is indeed true. How couple of months (ja..ja..just two months!) later my family’s life are about to change. To a better direction, we all hope and pray. One thing for sure, it is indeed getting us one step closer to our dream. Funny how life works…

Still 2 months before 2008 ends…

Still many months before life ends (hopefully…)

Can’t thank YOU (up there) enough for all YOU’ve given me…

I’ll just fasten my seatbelt and enjoy the beautiful view and (sometimes bumpy) rides

carpe diem,

Add comment October 23, 2008

ngobrol!

Seorang teman dekat saya akan menikah (uhuyyy..cihuyyy..!!!). Mulailah diskusi kami yang biasanya berkisar antara ’si ini jadian dengan ini’, ‘artis ini kok gitu ya’, ‘ada promo ke sini’, ‘ada diskon di sini”, bergeser jadi ke hal yang lebih serius. Salah satunya, soal kebiasaan mengelola keuangan pasangan (yang lain banyak, tapi di sini bahas yang ini aja hehehe).

Saya akui, satu ilmu SANGAT penting yang saya pelajari dalam 1 tahun belakangan ini (dari pertengahan tahun kemarin, tepatnya) adalah soal mengelola keuangan. Sampai dengan akhir tahun kemarin, jangan harap saya punya tabungan kecuali untuk liburan yang sudah saya rencanakan. Tujuan keuangan saya cuman satu: pergi ke ABC, XYZ, DEF. Tercapai pergi ke satu tempat, muncul tempat yang lain. Duh!

Ketika sudah mulai berpikir untuk serius dengan Rahman, topik soal hal yang (katanya) sensitif ini juga salah satu yang jadi bahasan. Sebenarnya, Rahman duluan yang mulai ngebahas soal ini. Saya waktu itu masih gengsi :P (Gile aje, ntar dikira gue matre! Padahal kan saya juga punya penghasilan sendiri. Bisa kok beli mobil dan apartemen -walaupun seuprit- sendiri. Jadi sorry deh ye kalau matre! hehehe). Dari hasil obrolan berkelanjutan itu (lanjut sampai sekarang, bahkan), banyak yang bisa saya pelajari. Walaupun profil resiko kami bagai bumi dan langit, untungnya saya dan Rahman punya banyak pandangan yang sama soal pengelolaan keuangan.

Salah satunya:

Seorang laki-laki WAJIB menafkahi istri dan anak-anaknya. Sementara jika seorang perempuan mampu bekerja, ia TIDAK WAJIB memberikan hasil kerjanya itu kepada keluarganya.

Jadi?

Kalau kata Rahman, uang dia = uang saya. Semua kebutuhan pokok keluarga harus dari gaji dia. Karena itu tanggung jawab dia, katanya.

Uang saya = ya uang saya, pake aja semau saya buat apa. Tapi yang penting, kalau nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dengan Rahman dan pendapatannya (diPHK, misal, audzubillahimin dzalikkkk), pendapatan saya bisa jadi ‘bemper’ sementara, sampai dia dapat pekerjaan baru.

Hahahaha…big grin on my face hihihi (I guess this is one of the many reasons why I said yes when he asked me to marry him hehehe I don’t mind to start everything from zero, but I need to make sure that he is responsible, right?)

Lalu, siapa yang mengelola keuangan?

Di keluarga kami berdua, kebetulan Ibu yang berperan besar dalam pengelolaan keuangan. Kalau di antara kami berdua? Rahman tipe yang nggak mau repot, maunya liat best practice orang-orang kayak gimana, he’ll follow the same path. Tipe konservatif, yang cari aman dalam berinvestasi. Saya kalau soal uang, risk taker. Sering Kadangan suka nggak mikir panjang. Boros pula. Impulsive buyer kelas berat. Tapi kalau udah niat sama sesuatu, yah bisa juga lah berpikir jernih. Kadang-kadang hehehe

Mengakomodir itu semua, jalan tengah memang sepertinya yang terbaik.

Gaji Rahman untuk memenuhi kebutuhan pokok kami sehari-hari, ditambah dengan alokasi untuk proteksi, dana pendidikan anak dan beli rumah (dia bilang itu tanggung jawab dia, karena kebutuhan pokok-papan. He said he doesn’t want my money :P )

Gaji saya untuk memenuhi tujuan keuangan yang lain (dana pensiun, dana weekend, dana liburan – I don’t mind saving to go places anyway…yay!, dan seharusnya bisa mulai membangun mimpi saya untuk punya active assets)

Pilihan investasi kemana?

Saya kan yang hobi browsing dan baca yang begini-begini, jadi untuk gaji Rahman saya buat ‘proposal’ mau investasi kemana. Instrumen yang aman-aman aja deh. Reksadana campuran paling maksimal (untuk mengurangi rasa bersalah saya juga kalau nanti ternyata lost :P ). Uang saya? Nah, ini dia yang bahaya hehehe Toh, saya pikir dana pensiun ‘baru’ akan kami pergunakan kira-kira 25 tahun lagi. Kalau untuk jangka panjang, boleh dong investasi ke instrumen yang resikonya (agak) besar? ;)

Untuk liburan? Kalau investasinya nggak berhasil, ya tinggal ubah tujuan liburannya ke tempat yang lebih murah :P

Ada untungnya juga punya profil resiko yang beda begini. Saya jadi lebih ‘mikir’ dulu sebelum bertindak. Sebelum beli yang mahal-mahal (kalau yang nggak mahal mah ya sudahlah…I work for that, I deserve it dong :P ). Nggak terlalu grabag-grubug. Walaupun tetap masih kacau juga :(

Kepanjangan.

Ah, pokoknya obrolan masalah pengelolaan keuangan emang nggak pernah abis deh…

Selamat ngobrol dengan (calon) pasangan ya :)

Update:

Banyak komentar japri yang masuk ke email saya soal posting ini. Yang cewek pro. Yang cowok bilang enak bangeut :P Just to make things straight, jangan salah persepsi soal postingan saya di atas. Sama sekali bukan mengajarkan apalagi provokasi bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik dan benar. Karena memang nggak ada yang benar dan salah. Semua tergantung. Tergantung pasangan yang akan menjalaninya. Kebetulan, buat Rahman dan saya, itu yang terbaik buat kami. Menurut kami.

Yang saya mau highlight di postingan ini, hanya bahwa: sangat penting untuk mulai ngobrol (bagi yang belum) dengan (calon) pasangan masalah yang satu ini. Udah, itu aja. Bagaimana nanti menjalaninya, ya terserah hasil obrolan berdua. Dicari yang enak buat kedua pihak. Itu kan gunanya NGOBROL..? ;)

2 comments October 16, 2008

gonjang-ganjing pasar modal: what should I do?

Udah lama nggak nulis soal keuangan dan perencanaan keuangan…Belajar saya mandek, lagi tertarik belajar hal lain hehehe Tapi mumpung pasar modal lagi gonjang-ganjing begini, sepertinya penting untuk ikutan urun rembug apa yang harus kita lakukan.

Alasan apa yang terjadi di pasar modal global, dan imbasnya ke pasar modal Indonesia, udah banyak diulas dimana-mana ya. Males nulis di sini hehehe

Lalu, setelah begini, kita sebagai orang yang baru belajar investasi, harus bagaimana?

1. Rencana keuangan harus jalan terus

Kalau sudah kondisi begini, kesediaan dana darurat harus diperhatikan. Dana darurat yang besarnya sekitar 3-6 kali kebutuhan bulanan kita itu, sangat berguna ketika kita butuh uang tunai mendadak, seperty safety net ketika pasar modal atau investasi kita yang lain terjun bebas.

2. Investasi juga harus jalan terus

Untuk pilihan investasi yang mana dan bagaimana, kenali resiko investasi Anda.

Konservatif
Kalau Anda tipe konservatif, jangan ragu dan malu untuk berhenti dulu jika Anda tidak merasa nyaman dengan kondisi pasar modal sekarang yang sangat tidak stabil. Tapi tetap sisihkan sebagian penghasilan Anda, untuk bermain di instrumen-instrumen jangka pendek. Jadi, tetaplah menabung, deposito, atau berinvestasi pada produk-produk berisiko rendah seperti reksadana pendapatan tetap.

Moderat
Jangan ikutan panik dan sibuk mencairkan reksadana. Saat ini kondisi pasar sedang menurun, jika Anda mencairkan reksadana sekarang, maka Anda akan melakukan cutloss. Padahal kalau tidak Anda cairkan, kerugian yang Anda derita hanya di atas kertas saja (tidak real). Tetap lakukan investasi secara reguler, karena kalau tidak, berarti Anda kehilangan momentum untuk mencapai apapun itu tujuan finansial Anda. Dibutuhkan tabungan yang jauh lebih besar nantinya, untuk menggantikan investasi Anda saat ini.

Agresif
Hi…hi…it’s time for shopping! ;)
Pasar saham sedang menuju ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Anda yang berani mengambil resiko pasti tak mau kehilangan kesempatan, memanfaatkan momentum penurunan tersebut. Bisa dengan menambah/menitikberatkan investasi pada reksadana saham untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang (di atas 10 tahun).

Apapun keputusan yang diambil, ingat untuk jangan ikut-ikutan. Banyak baca, tanya, sebelum mengambil keputusan. Dan jangan menipu diri sendiri. Kenali profil resiko Anda :)

1 comment October 15, 2008

Next Posts Previous Posts


Categories

...recent ramblings...

…comments…

…archives…

Blogroll

…recommended…

...photos...photos...

More Photos

…i am part of…

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

...since january 3, 2008...