Archive for November, 2008

hypnobirthing – part 2

…mau nerusin tulisan soal hypnobirthing…

…to know more what is hypnobirthing, read part 1, here

Gabung di milis hypnobirthing, terus baca ada kelas hypnobirthing yang bakalan mulai. Langsung daftar. Sesinya setiap Sabtu sore, di RS Bunda, Menteng.

Setelah menyelesaikan urusan administrasi, saya dan Rahman langsung ke atas, ke ruangan kelasnya. Ada 6 pasangan yang ikutan, termasuk saya dan Rahman. Dari ke-6 pasangan itu, kandungan saya yang paling muda. Yang lain rata-rata sudah 7-8 bulan. Ada yang 6 bulan juga. Saya waktu itu baru sekitar 3.5 bulan. Kami datang agak telat waktu sesi pertama, begitu masuk udah ada video tayang. Untungnya pas jam istirahat, saya bisa minta ulang videonya. Jadi nggak ketinggalan.

Kelasnya dipandu sama Ibu Lanny langsung, yang suaranya emang buat adeemmm bangeut, kayaknya denger suaranya aja udah relax :P

Video pertama tentang perkembangan janin. Dari mulai pembuahan, bagaimana perjuangan sperma yang ribuan itu dan hanya satu (kalau kembar ya lebih…) yang berhasil nembus dinding sel telur. Sampai ke pembelahan sel dari yang awalnya hanya satu sel itu sampai membentuk jantung, limfa, mata, kepala, tangan, kaki dan organ-organ tubuh lain selama 9 bulan dalam kandungan. Takjub bangeut ngeliatnya, Allahu Akbar…Takjub campur terharu. Saya sampai berkaca-kaca huhuhuhu…Kesimpulannya: peserta tercengeng hari itu adalah…DEDEK! (Rahman juga berkaca-kaca deng *caritemen*)

Yang jelas nonton video itu buat saya merasa jadi perempuan paling beruntung sedunia, berasa ajaib dan sakti bangeut :) Melihat janin yang tanpa daya itu, saya pengen nangis lagi. Sekaligus janji, untuk nggak mensia-siakan titipan Tuhan yang satu ini…

Setelah nonton video, kemudian ada penjelasan dari Bu Lanny, campur cerita pengalaman-pengalamannya selama ini dengan pasien-pasiennya. Bu Lanny cerita detil soal pengalaman bayi saat berjuang keluar (ada videonya juga, takjub deh liatnya. Bayi sekecil itu tahu lho jalan keluarnya sendiri). Proses persalinan bisa jadi proses yang stressful buat bayi, ‘terpaksa’ keluar dari kenyamanannya selama ini. Padahal, dari sononya bayi sudah punya naluri untuk membantu proses kelahirannya sendiri. Kalau ibu relax, akan sangat membantu bayinya. Bayi justru akan membantu Ibu dalam proses ini. Ketika akan melahirkan, Tuhan udah ngatur supaya otot-otot panggul kita melemas, untuk mempermudah bayi keluar. Kalau ibunya stress, panik, otot panggul jadi mengeras, bayi makin susah untuk keluar, dan ibu makin kesakitan.

Dari cerita-cerita Bu Lanny, saya makin takjub lagi. Betapa bayi yang masih janin itu sebenarnya sudah mulai merekam emosi orang di sekitarnya, Ibunya terutama. Banyak penelitian membuktikan, lengkap dengan cerita pengalaman orang, kalau emosi Ibu selama proses kehamilan banyak mempengaruhi bayi dalam kandungan, bahkan sampai si anak besar, seperti menjadi gampang cemas, depresi, percaya diri atau tidak dan lain-lain. Panjang kalau diceritain satu-satu di sini, yang jelas NEVER UNDERESTIMATE A BABY. Walaupun masih janin (bahkan menurut Bu Lanny sampai nanti umur 2 tahun, spirit sang bayi masih melekat dengan ibunya), mereka sudah dikaruniai spirit dan kemampuan yang kadangan kita pikir nggak mungkin ;)

Setelah cerita-cerita itu, sesi kemudian dilanjutkan dengan latihan relaksasi dengan pernafasan. Tetap dengan posisi duduk, kita diajarkan untuk mengatur nafas sambil berkonsentrasi dipandu Bu Lanny dan diiringi alunan musik. Sempet jadi agak ngantuk juga, untung pas sesinya udah kelar, saya otomatis juga terjaga.

Sesi dilanjutkan dengan metode pendulum. Masing-masing peserta diberi pendulum, berbentuk seperti gantungan kunci dengan anakan bola kristal kecil. Dengan konsentrasi penuh, pendulum bisa bergerak ke kanan kiri sendiri, tanpa digerakkan oleh tangan kita. BERHASIL! YES! Saya berasa jadi Dedi Corbuzier, and feel ready to start bending a spoon next! Halah! Jadi, dalam kondisi relax, kita jadi bisa lebih konsentrasi dalam mengendalikan pikiran dan tubuh kita. Hubungannya dengan persalinan? Sama aja. Kalau nanti kita relax, pikiran dan tubuh bisa terkendali sehingga hormon endorphin bisa bekerja dengan semestinya, membantu mengurangi rasa sakit dan melemaskan otot tulang panggul, jadi sang bayi lebih gampang keluarnya…

…Next: Sesi 2 of the hypnobirthing class…

Add comment November 30, 2008

puaaasss !

Saya punya sahabat dekat yang sudah seperti abang saya sendiri. Teman dari SMP, tapi baru dekat setelah lulus SMA dan kuliah. Dari dulu hobinya nyela saya, yang dibilang Cina murtadlah, tembemlah, pisces sensitif tapi kebo lah…wah, udah kebal rasanya becanda, berantem, sampai saling kritik pedas tak berdasar :P

Saya menikah akhir Januari 2008, dia Mei 2008 (ikut-ikuutttt aja deh! :P ). Ini saya puas (nyela). Karena dia menikah dengan seorang perempuan baik hati dan sabar (yang ini sangat saya syukuri :) ), orang Manado berkulit putih yang notabene seperti Cina, dan agak…tembem! Padahal dulu dia (ngakunya dan memang semua mantannya) suka sama perempuan berpipi tirus…Huahahaha…

Tidak lama setelah dia menikah, dia telpon saya, katanya ****** (istrinya hamil). Saya juga baru beberapa hari sebelumnya tau kalau saya hamil :P Dengan puas, saya bilang ngelahirinnya pasti nanti Maret. Hidup Pisces! :D

Beberapa waktu yang lalu, dia telpon lagi. Tanya HPL (Hari Perkiraan Lahir) saya.

Dan ini yang buat saya makin puasssss!

Saya lahir tanggal 11 Maret.

HPL saya (kata dokter saya) insya Allah tanggal 12 Maret :D

HPL istri sahabat saya itu (kata dokternya) tanggal 13 Maret :P

Wuahahahahaha…!

1 comment November 27, 2008

hypnobirthing – part 1

Waktu pertama kali tau bahwa saya hamil, hobi browsing saya mendadak pindah topik. Yang biasanya tentang saham, bisnis, resep makanan, tujuan wisata, berubah jadi KEHAMILAN. Koleksi buku saya juga bertambah, lagi-lagi soal kehamilan (the best book is still ‘What to Expect When You Are Expecting).

Dari iseng-iseng browsing, nggak sengaja ketemu soal hypnobirthing. Being a strong believer in spiritualism-power-of-mind-and-self-hypnosis (bukan klenik-horor ya), saya langsung tertarik untuk ikutan. Apa yang saya baca seperti menjawab keheranan saya, kenapa ibu-ibu jaman sekarang sepertinya ribut sekali mempermasalahkan sakitnya melahirkan ya? Kayaknya kalau ibu-ibu jaman dulu, di kampung, asal mbrojol aja anaknya langsung keluar. Di bawah meja. Di ladang. Nggak ada heboh-heboh pecah air ketuban, kesakitan dan minta di-caesar. Abis itu bisa langsung nyawah lagi, nyangkul lagi. Awalnya saya pikir, karena ibu-ibu sakti-tahan-sakit itu tetap rajin beraktivitas, nggak malas sampai melahirkan, walaupun sedang hamil besar. Mungkin itu bener juga, tapi waktu ikutan hypnobirthing, saya seperti tercerahkan. Sakit waktu melahirkan memang wajar dan proses yang alami. Tapi pada sebagian orang, sakit tersebut lebih parah dari seharusnya karena banyak dipengaruhi oleh rasa panik, takut dan stress (rasa takut buat tegang, terus panik. Akibatnya otot – otot jadi kaku dan akhirnya malah jadi makin sakit dan memperlama proses melahirkan).

Sebenernya apa dan bagaimana sih hypnobirthing?

Ini saya kutip dari FAQ web hypnobirthingnya ya:

1. Apakah sebenarnya HypnoBirthing® ?

HypnoBirthing® merupakan suatu metode baru yang dikhususkan untuk wanita hamil dengan melakukan relaksasi mendalam, bertujuan untuk mempersiapkan proses kelahiran normal yang lancar,nyaman dengan rasa sakit yang minimum.

2. Mengapa saya harus melatih HypnoBirthing® ?

Latihan HypnoBirthing® akan banyak memberikan manfaat karena melatih ibu hamil untuk selalu rileks, bersikap tenang dan menstabilkan emosi. Hasil dari latihan ini bukan hanya dirasakan saat ibu sedang hamil, namun hingga setelah melahirkan dan dalam kehidupan sehari-hari. Ketenangan ibu dan kemampuan ibu untuk mengendalikan emosi akan berdampak positif pada orang – orang di sekitarnya.

3. Apa yang sebenarnya saya lakukan saat melatih HypnoBirthing® ?

Anda akan diajarkan untuk menenangkan pikiran dengan cara fokus dan konsentrasi. Anda juga akan diajarkan cara pernapasan yang tepat untuk mencapai kondisi rileks dan menyehatkan tubuh, diikuti dengan self-hypnosis dengan kalimat afirmasi dan sugesti untuk mencapai kelahiran yang sehat, nyaman dan lancar.

4. Kapan sebaiknya saya memulai latihan HypnoBirthing® ?

HypnoBIrthing® dapat dilakukan dari sejak awal masa kehamilan, paling tepat adalah pada trimester pertama. Latihan relaksasi akan berdampak positif bagi janin dan kestabilan emosi ibu. Ibu hamil mengalami perubahan hormonal yang sangat drastis sehingga dengan HypnoBirthing®, efek perubahan hormonal akan terkontrol baik secara emosi maupun fisik seperti mual muntah di trimester pertama.

5. Saya sudah memasuki trimester ketiga masa hamil, apakah terlambat untuk mengikuti HypnoBirthing® ?

Walaupun HypnoBirthing® paling baik dimulai saat trimester pertama kehamilan, namun tidak menutup kemungkinan untuk melatih metoda ini di trimester akhir. Ibu tetap akan diajarkan untuk mencapai kondisi rileks seperti jika mengikuti latihan dari trimester pertama, namun mungkin waktu untuk melatih akan lebih singkat karena masa kelahiran telah dekat.

6 . Apakah benar saya dapat melahirkan tanpa sakit?

Benar. Rasa sakit akan muncul saat kontraksi persalinan. Jika ibu panik dan takut, otot akan menegang dan rasa sakit akan semakin parah. Rileks-nya otot rahim akan sangat mempengaruhi rasa sakit yang terjadi, terlebih pada tahap pembukaan akhir. Jika ibu berhasil melatih otot untuk tetap rileks, pikiran untuk tetap tenang, maka rasa sakit kontraksi akan sangat minim, bahkan tidak terasa. Keberhasilan mengontrol ini terprogram pada alam bawah sadar ibu, karena itu keberhasilan usaha menghilangkan rasa sakit akan berbeda pada setiap ibu.

7. Jika saya mempraktekkan HypnoBirthing®, apakah saya akan tertidur selama proses persalinan?

Sama sekali tidak. Jika tidak menggunakan obat bius yang menyebabkan rasa kantuk, ibu akan 100% terjaga dan dapat menikmati setiap detik proses persalinan hingga kelahiran si buah hati.

8. Apakah latihan ini akan berpengaruh buruk terhadap janin saya?

Tidak. Justru sebaliknya, latihan ini akan berpengaruh positif terhadap janin karena ketenangan pikiran yang dirasakan ibu, akan ikut dirasakan janin. Ikatan batin ibu dan janin pun akan terasa lebih erat karena latihan HypnoBirthing® juga menyangkut adanya getaran gelombang pikiran ibu kepada janin.

9. Apa bedanya HypnoBirthing® dengan relaksasi?

Dasar yang digunakan adalah relaksasi. Namun pada HypnoBirthing®, ibu akan diajak untuk berkonsentrasi dalam memberikan sugesti dan memprogram alam bawah sadar sesuai dengan tujuan latihan tersebut. Untuk mencapai keberhasilan penanaman sugesti ini, dibutuhkan kondisi yang rileks dengan proses relaksasi.

10. Dapatkah saya melatihnya sendiri?

Tentu saja. Ibu hanya perlu mencari suasana yang nyaman dan cocok untuk melakukan relaksasi tanpa gangguan, lalu mulailah bernapas untuk rileks. Saat kondisi rileks telah dicapai, niatkan keinginan ibu dan konsentrasilah pada niat itu. Ibu dapat menggunakan musik relaksasi dan aromaterapi yang aman bagi janin, untuk melatih HypnoBirthing® sendiri.

11. Apakah HypnoBirthing® menggunakan semacam obat-obatan dalam latihannya?

Sama sekali tidak. Justru HypnoBirthing® bertujuan agar ibu dapat melahirkan dengan nyaman dan menghilangkan rasa sakit melahirkan tanpa bantuan obat bius apapun. HypnoBirthing® menekankan pada penanaman sugesti pada alam bawah sadar dimana semua ini tergantung pada niat ibu dan bukanlah obat.

12. Benarkah saya dapat berkomunikasi dengan janin menggunakan metode ini?

Benar. Tercapainya kondisi rileks akan membawa gelombang otak kita pada kondisi yang lebih tenang sehingga memungkinkan untuk berkomunikasi secara batin pada janin. Beberapa client telah membuktikan bahwa bayi dalam kandungan ternyata bisa diminta menendang atau beraktifitas sesuai keinginan ibu hanya dengan menggunakan bisikan batin.

13. Adakah efek samping negatif dari HypnoBirthing® ini?

HypnoBirthing® tidak menggunakan ramuan ataupun obat-obatan dalam prakteknya, sehingga tidak memiliki efek samping negatif apapun.

Saya dan Rahman ikut hypnobirthing ketika usia kandungan saya 14 minggu. Katanya lebih dini ikut lebih baik, jadi waktu latihannya bisa lebih lama. Saya nggak berani ikut waktu trimester pertama, karena kan masih rawan, takutnya udah ikut segala macem, dan ada apa-apa, wallahualam…

Waktu itu sesinya ada 3 kali, setiap hari Sabtu, di RS Bunda, Menteng.

Biaya: Rp 600.000 untuk 3 sesi (dibayar di awal).

Kalau ada yang minat untuk ikutan, bisa hubungi ke:

Pro-V Clinic
Holistic Health Care
Jl. Let.Jend.Soeprapto No.60
Komplek Indra Sentral Blok AH/AI
Cempaka Putih – Jakarta Pusat
Telp. 021 – 426 5321
Fax. 021 – 426 5320
E. provital@cbn.net.id

…to be continued: pengalaman saya ikutan sesi-sesi hypnobirthing…

5 comments November 24, 2008

first trimester is over

* disclaimer*

* this post is really late, like 2 months late..I am 21 weeks now :P *

* USG picture below was taken when the fetus = 15 weeks *

dsc002343

Katanya trimester pertama itu yang lagi berat-beratnya. Masa pembentukan janin, masa-masa dimana si Ibu sedang parah-parahnya mual muntah, bahkan susah makan dan mencium bau apapun…

Saya alhamdulillah bangeut, nggak mual, nggak muntah, nggak ada ilang nafsu makan (menggila malah iya…Laper mulu! Kacau!)

Percaya nggak percaya, sugesti dan ngajak ngomong janin itu works! At least for me…

Waktu pertama tau positif hamil, saya udah wanti-wanti dalam hati

“We need to work together as a great partner for the next 9 months, so please..please…help me…Please…please…don’t make me vomit and nausea…You can ask any food you want…But I still need to do my activities…Please…I need you to work together with me…”

Voila, saya nggak mual hehehe Good kid! Dan percaya nggak percaya, the kid indeed ask for the food s/he wants! Selera makan saya berubah. Saya jadi suka pasta dan makanan Eropa lain. Padahal saya kan pencinta makanan Asia hiks…

This is me in the first trimester:

- Mulai minum susu khusus buat ibu hamil. Dan…gak suka! I loooovvveee milk, so it’s killing me when I feel so terrible every time I have to drink that chocolate-taste liquid, yikes! Akhirnya, saya cuman tahan minum susu hamil 2 dus (kira-kira 2 minggu), abis itu I am back to my Ultramilk and Bear Brand…Love them!

- Laper mulu. Gila-gilaan. Waktu awal hamil dan pas ke kantor, saya nggak bawa bekal apa-apa. Sore laper bangeut, akhirnya delivery lasagna (I’ve told you I am craving for Italian food, right?). Hampir 2 jam kemudian baru dianter :( Besoknya, saya bawa bekal: buah. Ternyata nggak cukup. Saya masih lapar. Mau delivery lagi, kapok, kalau lama lagi, lapernya bener-bener buat saya meradang. Oprek-oprek dapur (kantor saya kayak rumah, ada dapur, enak deh!), ketemu telur dan ada nasi sisa makan siang. Mau goreng telor, nggak ada minyak. Jadilah saya makan telor rebus+nasi+sambel botol+kecap. Kenyang dan saya tenang :) Kalau lagi kerja di rumah enak bangeut. Laper tinggal buka kulkas. Kalau ke kantor, sekarang saya bawa bekal memadai (roti 2, buah minimal 2, dan yogurt). Jangan salah, makan siang tetep makan di luar :P 3 bulan pertama, saya naik 6 kilo :D

- Degdegdeg. Bener ya ternyata, hamil itu buat kita jadi gampang khawatir. Dulu saya suka sebel liat kakak saya yang kuatir-kuatir nggak jelas, sekarang saya baru ngerti. Khawatir, soalnya nggak bisa liat dia gimana di dalem. Baik-baikkah? Mana banyak cerita-cerita horor soal kehamilan gitu. Pertama saya deg-degan soal blighted ovum. Lega dari situ, deg-degan lagi soal TORCH. Dengan riwayat saya yang pemakan segala dan pencinta daging mentah/setengah mateng, saya panik setengah mampus. Nunggu hasil test lab yang sehari itu aja kayak 100 tahun :( Ketika rencana mau hamil, saya udah rencana mau tes TORCH. Ternyata, belum sempet test, udah positif. Terus lupa mau tes. Begitu sadar, panik minta ampun. TORCH kan bahaya sekali untuk kehamilan, trimester pertama terutama. Alhamdulillah, ternyata negatif semua juga. Karena TORCH itu virus, sebenernya sih tergantung ketahanan badan kita ya. Ada teman saya yang jauh lebih resik dari saya, jauh lebih menjaga makanan, ternyata positif tokso. Jadi memang badan kita harus kuat dulu…Btw, soal deg-degan ini, Rahman bilang kayaknya ntar anaknya sehat, bapaknya yang jantungan, kuatir mulu :P

- cewek atau cowok? Huuu…spekulasi soal jenis kelamin ini memang selalu ada mitos yang menyertai ya. Ada yang bilang anak saya cewek, karena saya hamilnya cenderung lempeng, nggak mual muntah. Katanya kalau nggak ribet gini, anaknya perempuan. Juga bentuk perutnya membulat. Yang terakhir langsung dibantah sama adik saya, ‘kak dedek kan emang udah bulat dari sebelom hamil.’ $##$#$#@@@!!!

Ada lagi yang bilang anak saya lelaki. Karena muka saya jadi jerawatan (belom lagi punggung…wuhuuuu…ku tak tau bagaimana menghilangkannya nanti :( ). Juga karena saya males dandan bahkan malas mandi. Yang ini juga langsung dibantah adik saya, “kak dedek kan emang udah males mandi dari dulu.” :P

Saya pasrah aja dikasih anak jenis kelamin apapun. Dikasih anak aja udah bersyukur bangeut kok ;)

- The magic movement. Hei, saya udah ngerasain dia nendang-nendang waktu saya masih 10 minggu lho. Awalnya saya nggak percaya itu dia. Soalnya saya baca-baca katanya some lucky mother can already feel the movement when the pregnancy is 12 weeks. Kok 10 minggu udah? Pas saya tanya-tanya, bener ternyata itu the movement :D Pas USG, emang dia selalu aktif gerak-gerak sih. Alatnya udah diarahin ke jantungnya (saya mau denger jantungnya), eh dia gerak, pindah lagi posisi jantungnya. Rahman seneng bangeut anaknya lasak gitu, mirip dia :P

- Vitamin dari dokter yang saya minum: elevit, fetavita. Fungsinya apa, browsing aja ya :)

- Join milis hypno-birthing. Soal hypno-birthing ini, nanti saya cerita lebih detil (kalau nggak telat posting lagi :P ). Siapa tau berguna buat yang lain ya…

- Nggak nyetir. Karena katanya 3 bulan pertama itu rawan, jadilah saya juga libur nyetir. Sebenernya kata dokter gak papa sih, kakak saya dulu juga sampai 9 bulan masih nyetir sendiri kemana-mana. Tapi karena ini kehamilan pertama, jadi suamiku itu ikutan rese’ ngelarang-larang. Saya jadi takut ada apa-apa juga, jadi nurut. Kemana-mana dianter jemput sama yang ngelarang (siapa suruh ngelarang :P ).

We still have 5 more months kiddo…Sorry if I sound like a selfish mother, keep on asking you to be strong…I need you to be strong, I have to…But I know you are doing great there (USG shows that you are in a healthy condition, and bigger than baby your age – no wonder if you see how big I am now :P ). So, please be strong, and bear with me…Love you…muchmuchmuchmuchmuch…

5 comments November 5, 2008


Categories

...recent ramblings...

…comments…

…archives…

Blogroll

…recommended…

...photos...photos...

More Photos

…i am part of…

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

...since january 3, 2008...