siapa bilang bule high-tech…?
Jim Cartlon, seorang wartawan Wall Street Journal, baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika.
Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih “mengenaskan” daripada yang kita kira. Berikut petikan keluhan-keluhan konsumen yang super xxx itu :
1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah “Press ANY Key” menjadi “Press ENTER Key” dikarenakan banyaknya telepon yang menanyakan letak tombol “ANY” di keyboard.
2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) takut dengan mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik. Takut diserang mouse komputer?
3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.
4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan. Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.
5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara memegang kertas yang akan di fax di depan monitor, sambil menekan tombol “SEND” di layar.
6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, “Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, dan membilasnya dengan air, lalu menjemurnya. “
7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. “Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa.” Setelah diselidiki ternyata “pedal kaki” yang dimaksud orang itu adalah : mouse.
8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah “power switch” sudah dinyalakan, dia balik bertanya, “Power switch apa?”
9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :
Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?
Novell : Ya, bisa dibantu?
Penelepon : Tatakan cangkir di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?
Novell : Tatakan cangkir? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?
Penelepon : Tidak. Tatakan cangkir ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan “CD-ROM, 16X”.
Add comment August 20, 2008
i love dilbert
And his one-liners below are only 1 reason why…
1. I say no to alcohol, it just doesn’t listen.
2. A friend in need is a pest indeed.
3. Marriage is one of the chief causes of divorce.
4. Work is fine if it doesn’t take too much of your time.
5. When everything comes in your way you’re in the wrong lane.
6. The light at the end of the tunnel may be an incoming train.
7. Born free, taxed to death.
8. Everyone has a photographic memory, some just don’t have film.
9. Life is unsure; always eat your dessert first.
10. Smile, it makes people wonder what you are thinking.
11. If you keep your feet firmly on the ground, you’ll have trouble putting on your pants.
12. It’s not hard to meet expenses, they are everywhere.
13. I love being a writer… what I can’t stand is the paperwork.
14. A printer consists of 3 main parts: the case, the jammed paper tray and the blinking red light.
15. The guy who invented the first wheel was an idiot. The guy who invented the other three, he was the genius.
16. The trouble with being punctual is that no one is there to appreciate it.
17. In a country of free speech, why are there phone bills?
18. If you cannot change your mind, are you sure you have one?
19. Beat the 5 O’clock rush, leave work at noon!
20. If you can’t convince them, confuse them.
21. It’s not the fall that kills you. It’s the sudden stop at the end.
22. I couldn’t repair your brakes, so I made your horn louder.
23. Hot glass looks same as cold glass. - Cunino’s Law of Burnt Fingers
24. The cigarette does the smoking, you are just the sucker.
25. Someday is not a day of the week
26. Whenever I find the key to success, someone changes the lock.
27. To Err is human, to forgive is not a Company policy.
28. The road to success…. is always under construction.
29. Alcohol doesn’t solve any problems, but if you think again,`neither does Milk.
30. In order to get a Loan, you first need to prove that you don’t need it.
and…
31. All the desirable things in life are either illegal, expensive, fattening or married to someone else
Add comment August 19, 2008
blighted ovum (BO)
Saya ke dokter pertama kali memeriksakan kandungan saya (halah, bahasanya…!) tgl 12 Juli 2008. Waktu itu kalau menurut perkiraan hari terakhir ‘bulanan’ saya, kandungan saya sudah 5 minggu. Di-USG, kantong janinnya sudah terlihat, tapi janinnya belum. Kata dokter, coba 2 minggu lagi, karena mungkin masih terlalu muda, jadi belum terlihat.
Tgl 26 Juli saya ke dokter lagi. Kantongnya terlihat membesar, tapi terlihat hanya seperti kantong hitam kosong. Janinnya tetap belum terlihat. Dr. Musa (dokter saya, dokter kakak saya juga dulu waktu melahirkan 2 keponakan saya) nggak bilang apa-apa. Cuman bilang, mungkin memang belum kelihatan. Nggak apa-apa, itu normal. Dan nanti kita periksa lagi 2 minggu kemudian.
Walaupun dokter bilang nggak apa-apa, tapi saya stress berats. Rasanya sediiihhhh bangeut. Kalau janin saya memang tidak berkembang bagaimana..?
Rahman mulai browsing, cari-cari info. Ketemu beberapa informasi dan cerita orang tentang blighted ovum atau BO ini. Intinya, tubuh sudah mempersiapkan kantong, tapi sebenarnya tidak ada pembuahan. Gejala-gejalanya sama seperti kehamilan normal, seperti mual, pusing, cepat lelah, dan payudara yang mengeras. Hasil tes urin juga positif. Biasanya, penderita kemudian mengalami pendarahan, yang terjadi akibat tubuh berusaha mengeluarkan hasil konsepsi yang tidak normal.
Baca cerita beberapa orang, ternyata ada yang sudah divonis BO, ketika cari 2nd opinion ke dokter lain, ternyata janinnya ada. Ada juga seorang teman yang ketika divonis BO, beberapa bulan kemudian ke dokter lagi, ternyata janinnya ada dan sehat (tapi kemudian keguguran, mungkin karena dia nggak tahu kalau janinnya masih ada..). Saya sedikit terhibur dengan artikel dan cerita-cerita yang ada, dan jadi lebih siap kalau memang saya divonis BO…
Tgl 9 Agustus kemarin kami ke dokter lagi.
Dan ternyata…the baby is there !!! Panjangnya baru 16.9 mm. Jantungnya udah ada juga, kedip-kedip kayak kunang-kunang di gelap malam. COOL !!! Maaf ya, ini pengalaman baru buat saya dan Rahman, jadi noraknya nggak ketulungan! hehehe
Tapi mungkin hasil pencarian saya berguna buat yang lain yang mungkin mengalami hal yang sama atau bahkan yang sudah divonis BO.
1. BO itu sangat normal sekali. 60% keguguran di dunia ini terjadi karena BO. Dan seringkali kita nggak tahu, karena nggak USG dari awal (ada beberapa negara yang memperbolehkan USG baru setelah usia kehamilan berumur 20 minggu). Padahal BO bisa dideteksi dari usia 6 minggu kehamilan. Jadi, kalau hamil, segera USG, biar ketahuan sedari dini kalau ada apa-apa.
2. Hingga kini masih belum ada cara untuk mencegah terjadinya kehamilan kosong (BO) ini. Jadi jangan salahkan diri sendiri (saya sempat mikir, apa karena saya sembrono bin dodol ya, lasak gak ketulungan, hiks..). Ada 50% kemungkinan bagi setiap perempuan hamil untuk mengalami BO. Tapi biasanya tidak berulang. Kalau sudah pernah BO, resiko terkena BO lagi untuk kehamilan berikutnya turun jadi 10%. Kalau berulang? Musti periksa ke dokter, karena ada kemungkinan kelainan kromosom pada salah satu pasangan (suami/istri).
3. Kalau di USG tetap tidak terlihat janinnya, coba intravaginal USG. Ini lebih sensitif, dan hasilnya lebih akurat.
4. Kalau sudah divonis BO, cari 2nd opinion ke dokter lain. Ada cerita di milis seseorang yang sampai mencari 5 dokter, baru dokter kelima yang bilang kalau janinnya ada dan sehat. 4 dokter sebelumnya bilang BO. Sekarang sudah melahirkan, dan anaknya sehat. Intinya, jangan putus asa!
PS:
Saya belajar banyak dari ‘insiden BO’ ini. Bukan cuman makin sadar betapa berharganya makhluk kecil dalam perut saya ini, tapi juga betapa fragilenya dia, dan betapa saya musti hati-hati. Jujur, karena alhamdulillah saya nggak mual bin muntah, jadi saya agak-agak bandel juga sih dengan kehamilan saya ini. Kadangan juga lupa kalau fisik saya nggak sekuat dulu, seperti weekend kemarin saya nggak berhenti dari bantuin kawinan sepupu Rahman, lanjut ke Ciater, lanjut ke Bandung. Muter-muter FO, makan, keliling-keliling, nyaris tanpa istirahat kecuali malamnya. Pagi jalan lagi. Waktu di sana nggak berasa, tapi pulang sampai Jakarta jam 1 pagi, dan saya tepar…hiks…
Melihat Rahman, saya jadi sadar betapa sayangnya dia sama saya (ya iya lah, kalo nggak kenapa saya mau dinikahi ;)), betapa inginnya dia punya anak dan betapa egoisnya saya selama ini, yang cuman mikirin ‘kapan saya mau siap punya anak’, tanpa mikirin perasaan dia. Maaf…
Yang pasti, saya sekarang lebih hati-hati kok. Jalan lebih pelan-pelan, nggak terlalu grasa-grusu hehehe…Doain sehat ya ![]()
8 comments August 11, 2008
pertanyaan yang membingungkan
Ada beberapa pertanyaan yang kadangan saya suka bingung jawabnya. Ini beberapa yang saya ingat:
1. Udah ‘isi’ belom?
Buat yang baru menikah, ini mungkin jadi pertanyaan wajib yang harus didengar. Dan percayalah, akan ada seabreg komentar lain yang menyusul, ketika jawabannya adalah ‘belom’. Mulai dari pertanyaan ‘kenapa?’, ‘gak bagus nunda momongan’, ngasih tips jamu kesuburan (dooohh!), sampai ‘ooooo…’ panjang yang diucapkan dengan nada prihatin. Lama-lama saya jadi terganggu. Baru 6 bulan saya menikah, serasa 6 tahun
Saya memang impulsif, seringkali spontan memutuskan segala sesuatu. Tapi kalau untuk hal-hal besar yang mempengaruhi hidup (seperti menikah, punya anak dll), tentu harus dipikirkan serius dong. Punya anak kan musti siap lahir batin juga. Materi dan mental. Kalau untuk materi, saya percaya pasti ada rejekinya. Tapi mental? Belum lagi sebagai pasangan baru, saya dan Rahman masih harus banyak menyesuaikan diri. Tanpa terpengaruh perubahan hormon akibat hamil pun, saya sudah cukup meledak-ledak. Apa jadinya proses saling menyesuaikan diri ini kalau saya yang emang meledak-ledak, dicampur dengan hormon yang gak karuan? Waduh, bisa gawat!
Jadi terkadang saya bingung dengan semua tanggapan yang seolah-olah itu ‘musibah’, ‘cobaan’ atau apa gitu karena saya belum hamil. Emang nggak boleh ya memilih untuk tidak hamil dulu setelah menikah?
Btw, tapi sejak 2 bulan lalu, insya Allah saya udah siap kok hamil. Huru-hara penyesuaian dirinya lumayan mereda, saya bersyukur punya suami sesabar bapak itu
Tuhan sekali lagi Sang Maha Baik, Sang Maha Pemberi, once we feel ready, langsung dikasih gitu lho
Alhamdulillah…Doain sehat ya…
2. Soal pekerjaan
Ini juga pertanyaan yang suka buat saya bingung hehehe Saya kerja di development jobs. Dari jaman saya lulus kuliah sampai sekarang, saya memang selalu di lembaga internasional. Kalau ditanya kerja di mana, saya bisa jawab aja di xxx, misal. Tapi pertanyaan lanjutannya yang selalu buat bingung, ‘kerja di tempat begitu emang selalu kontrak ya Dek? Nggak aman dong? Kok mau sih kerja kontrak?’ Hehehe, saya nyengir aja kalau begitu. Yang jelas, dari awal saya kerja sampai sekarang, saya selalu sistem kontrak. Kontrak lebih cocok buat saya yang gampang bosan. Lompatannya juga lebih cepat daripada saya stay di satu posisi, satu kantor. Kalau masalah karir, saya bukan orang yang jabatan-oriented. Asal saya dibayar memadai, saya suka kerjaan dan lingkungannya, I’ll go for it. Dan walaupun selalu kontrak, alhamdulillah lagi saya belum pernah nganggur. Semua pekerjaan saya yang meminta untuk berhenti dan tidak diperpanjang kontraknya, padahal mereka mau memperpanjang. (PS: Hmm, maaf ya, saya jadi nggak enak hati sendiri nulis begini, seperti sombong sekali terdengarnya…Maaf, nggak maksud sombong, cuman biar lebih jelas maksud saya kenapa saya senang dengan jenis pekerjaan ini).
Mungkin beda dengan sistem kontrak di perusahaan swasta ya. Saya juga kurang ngerti dengan sistem kontrak di swasta. Tapi kalau pengalaman saya di development jobs (masih yunior juga, jadi maaf kalau salah), memang nggak ada yang pegawai tetap (karena dananya kan dana dari donor, yang pasti tidak untuk selamanya). Jadi kita juga dapet asuransi kesehatan (rawat jalan, rawat inap)-juga buat keluarga, kacamata, jamsostek, THR, termasuk pesangon kalau masa kontraknya habis (lumayan pesangonnya hihihi). Dan kerjaan selalu ada kok, sambung menyambung hehehe Jadi ya kenapa saya nggak mau? Sejauh ini sih saya masih cinta bangeut dengan bidang ini ya, jadi saya nggak belum berminat pindah ke swasta, atau BUMN atau apapun itu yang menurut orang menjanjikan…
3. Soal pekerjaan sekarang
Nah, ini buat bingung juga. Kacau deh segala pertanyaan soal kerjaan suka buat males memang hehehe Saya sekarang kerja di 2 tempat. Satu di Hivos (NGO Belanda), yang ini saya musti ke kantor 2-3 hari/minggu. Satu lagi di Water Sanitation Program, World Bank. Yang ini karena saya ngerjain satu study, jadi bisa dikerjain di rumah. Sepertinya enak ya? Emang enak kok, lagi-lagi saya berutang banyak sama Yang Di Atas
Nah, yang buat bingung adalah pertanyaan lanjutannya, ‘Kok bisa? Mau juga dong…Caranya gimana Dek? Apply kemana?’ Lha, saya jadi bingung. Kok bisa? Bukan kebetulan mungkin ya (saya percaya di kungfu Panda itu, ‘there is no accidents’). Jadi ceritanya: Saya resign dari kantor saya yang lama, GTZ (ini kerjasama pemerintah Jerman-Indonesia) bulan Desember 2007. Waktu itu saya udah sign kontrak dengan World Bank. Jadi seperti biasa sebelum-belumnya juga, saya resign dengan tenang aman tentram sentosa. Ternyata study World Bank itu mulainya diundur, belum jelas sampai kapan (waktu itu), karena mereka masih harus tender lagi juga. Januari-Februari saya nggak ada kerjaan masih OK. Masih sibuk ngurus kawinan juga, yang karena kerja full-time dan ngurusin trave (waktu itu..hiks…) jadi baru bisa dikerjain saat-saat terakhir. Maret saya mulai gerah, dan mencari kerjaan lain (yang bisa part-time) karena toh saya sebenernya cuman nunggu World Bank mulai aja. April saya mulai kerja di Hivos (satu lagi yang saya suka di development jobs, karena hierarkinya gak banyak, proses recruitmentnya juga langsung ke director dan pihak-pihak berwenang lain, jadi cepet). Kontrak cuman sampai awal Juli kemarin. Juni World Bank mulai. Dan ternyata, Hivos mau perpanjang kontrak saya sampai tahun depan (padahal dengan kondisi saya yang hamil 1.5 bulan ini, kalau perusahaan swasta mungkin jadi kendala ya. Baru mulai, 7 bulan lagi udah cuti melahirkan 3 bulan hehehe). Ini alasan lain kenapa saya cinta development jobs. Diskriminasi gender, fisik, dll hampir tidak pernah saya temui.
Jadilah saya sekarang kerja 2: 10 hari Hivos, 10 hari World Bank, sisanya libur
Libur saya malah lebih banyak dari yang kerja full-time di 1 tempat kan?
Jadi kalau ditanya, gimana caranya? Ya gimana ya…bingung jawabnya
Kadang saya cuman mikir. Jatah tiap orang memang beda-beda ya. Apa yang cocok buat seseorang, belum tentu cocok untuk orang yang lain. Toh, perjalanan hidup memberi kita banyak waktu dan pelajaran untuk tau mana yang paling cocok buat kita kan? Asal kita legowo, rezeki mah udah diatur dari atas. Jadi ya jalani saja sebaik-baiknya apa kewajiban kita. Rumput tetangga memang jelas selalu terlihat lebih hijau
have a great day,
.dedek.
PS: Saya baru sadar kalau saya sepertinya udah terlalu sering buat kue di rumah, ketika Tri, yang bantuin saya di rumah dengan polosnya nanya gini: “Mbak Dedek dulu sekolahnya di sekolah masak memasak ya?” Gubraaakkkk !!!!
7 comments July 28, 2008
Michael Jordan’s 10 Success Secrets
1. Take Responsibility
“Some people want it to happen, some wish it would happen, others make it happen.”
Throughout his life, Michael Jordan had the honorable quality of taking responsibility for his own destiny. That means that he took action while others paused to ask questions, gather more data, or consult experts. Not that he didn’t have mentors, but essentially it was his wrists that snapped the ball into the hoop.
2. Give It A Try
“I can accept failure, everyone fails at something. But I can’t accept not trying.”
One of the biggest causes of procrastination is the problem of hesitation. Sometimes people over think, and over analyze, which prevents them from taking that first step that will carry them one thousand miles. If
you want to increase sales by trying a new technique, you will never know unless you try. This can apply to baking cakes, meeting singles, or anything that you can wrap your mind around.
3. Fail Freely
“I’ve missed more than 9,000 shots in my career. I’ve lost almost 300 games. 26 times, I’ve been trusted to take the game winning shot and missed. I’ve failed over and over and over again in my life. And that is why I
succeed.”
Can you believe that Michael Jordan missed so many shots and lost so many games? I thought he was the best! Well, he is indeed the best, and it’s because he was willing to fail, and keep going. That allowed him to get past his plateaus and persevere. That’s another big reason for procrastination. When we think we’ll fail, we do not attempt. A good solution is to consider what the worst case scenario of failing would be, because once you do that, it’s never as bad as when the scenario was an unknown. Worst-case scenario is not that you’ll die, it’s that you lived a miserable (or comfortable) life as a coward.
4. Commit Yourself
“The game is my wife. It demands loyalty and responsibility, and it gives me back fulfillment and peace.”
Till death do we part, just me and my goal. I know in my heart that this is my role. When you give yourself fully and remove all other distractions you gain an invaluable level of attention to detail that will pool in
resources you did not know you were capable of harnessing.
5. Enjoy Your Game
“Just play. Have fun. Enjoy the game.”
So many people get stuck in dead end, zero-sum, no fun jobs because they didn’t find their love, or just simply don’t have the knack for taking pleasure in what they have. Consider the fact that you spend more time in your place of work than you do in your place of worship and with your family combined. By not being excited about, or getting full enjoyment out of work, you are cheating yourself from having a life of design and a life of fulfillment. I don’t have a solution for your life, but I think you know which sacrifices you need to make, and are willing to make, in order to have the life of your dreams become your reality.
6. Play To Win
“I play to win, whether during practice or a real game. And I will not let anything get in the way of me and my competitive enthusiasm to win.”
Why bother playing the game of basketball, work, or life if you aren’t planning to win? Do you even know what a statistically relevant way of measuring your personally defined “win” would look like? If you’re in the
game to make money does winning mean being the richest man in the world? If you’re in the game for your family does that mean that you see them often and share the joys of life over a vibrant laugh? Whatever your game is, make sure you define what a win looks like, and play to win.
7. Be Selfish and Humble
“To be successful you have to be selfish, or else you never achieve. And once you get to your highest level, then you have to be unselfish. Stay reachable. Stay in touch. Don’t isolate.”
Take notes from Michael Jordan, first be selfish until you get on top, and once you are on top be humble and grounded. Being selfish in how you jump over people and slam dunk in their face, whether you are an athlete or business person. In a family setting this would mean taking care of your personal health before worrying about the well-being of your family. If you let your health fail you are of no use, or even worse a burden, to your family. This is why in case of an air plane emergency they tell you to put the air mask on yourself first and then on your children.
8. Find Your Way Around
“Obstacles don’t have to stop you. If you run into a wall, don’t turn around and give up. Figure out how to climb it, go through it, or work around it.”
Anything in life that is dear to us is worth so much because of the time and effort we put into acquiring it. This goes for championships, businesses, and most importantly our relationships. One thing that determines how hard we’ve had to work is the amount of obstacles that were thrown in our way. Next time there’s an obstacle, don’t let it hinder you, think about the fact that whatever you’re trying to reach will be that much worth it on the other side.
9. Make Your Own Expectations
“If you accept the expectations of others, especially negative ones, then you never will change the outcome.”
The number one thing that will literally ruin your life is if you live it by someone else’s expectations. Every single person is different and has their own views on what’s best, which follows what their goals are in this
life. By listening to the voices of others, instead of your own voice, you are effectively submitting to live your life for the sake of accomplishing their goals. Set your own expectations, meet your own goals, and live your
own extraordinary life (or don’t).
10. Now, Take One Shot
“I never looked at the consequences of missing a big shot . . . when you think about the consequences you always think of a negative result.”
The way this applies to life is quite simple. Much of the time we look too far into the future, while performing a task that needs our full attention right now. This act could take away our focus, paralyze us from taking action, and take away the pleasure of doing what is at hand. In life you can take one shot at a time, then another, and from this all your dreams will come true. At least that’s what works for Michael Jordan.
Add comment July 18, 2008
CUWI 1st anniversary - 10% discount ALL ITEMS + FREE ONGKOS KIRIM Seluruh Indonesia
Masih inget tahun lalu, pertengahan bulan, saya, Ciwi (adik saya), dan Cida (kakak saya) ke Bangkok buat belanja. Targetnya jelas: mau mulai jualan lagi (setelah lama vakum hehehe). Awalnya cuman buat jualan di Kemang Festival. Terus coba-coba jualan juga di multiply. Eh, ternyata lumayan
Pesanan datang dari seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Pilipin. Yippeeee !!! Inget bangeut, pesanan pertama itu ke Balikpapan. Heboh bangeut, serumah riweuh gimana packingnya, ke Gramedia cari packaging yang kira-kira bagus, print kartu nama. Alhasil packaging paket pertama itu harganya lebih daripada untungnya hehehe
Sejak itu lumayan sering bolak-balik Bangkok buat belanja lagi (tahun kemaren ini aja 3-4 kali kalau nggak salah), terus titip teman yang kebetulan ada di Hongkong. Jujur, nggak belum nutup sih hasilnya untuk ongkos bolak-balik, tapi gak papa kan sekalian jalan-jalan
Enak juga, belanja jadi bisa dapet murah karena beli banyak (ini motivasi untuk konsumsi pribadi hehehe), dan belanja juga jadi nggak terlalu merasa bersalah, kan sebagian buat dijual…?
Juli ini CUWI ultah yang pertama, horeeeee !!! Masih banyak yang musti dibenahi, salah satunya buat website beneran! huhuhu…
Nah, dalam rangka itu, untuk setiap pembelian antara tanggal 14 - 18 Juli 2008, ada PROMO:
1. Free ongkos kirim kemana aja ke seluruh Indonesia (nggak ada minimum pembelian lho…Beli berapa pun, free ongkos kirim!)
2. Diskon 10% untuk semua barang, termasuk yang ada di folder SALE !!!
Special untuk yang pernah belanja di CUWI, barang apapun, akan dapet tambahan diskon 5%..jadi total diskonnya 15%!!
Ayoooo…kapan lagi ada promo banyak begini? CUWI juga lagi banyak barang baru lucu-lucu dari Korea/Hongkong. Seperti biasa, LIMITED STOCK ya, sebagian besar hanya ada 1 piece/design, jadi dijamin nggak pasaran…Buruan, jangan sampai kehabisan!
Pssttt, kalau mau bantu jualan ke teman-teman kantor/kampus, ada special price untuk resellers…Asik kan, gak usah keluar modal
Koleksi CUWI bisa diliat di http://cuwi.multiply.com
Happy shopping ![]()
2 comments July 17, 2008
jarak vs rasa kemanusiaan
Baru baca blognya Didut, dan saya jadi tergerak untuk menulis ini di sini. Kalau ada yang mau nyumbang, tapi nggak punya paypal, ‘titip’ aja ke saya sekalian. Operasinya sepertinya insya Allah akan diadakan 16 Juli, jadi saya tunggu sampai 14 Juli 2008 ya.
=======================================
Saya tak tahu harus posting info ini di mana, tetapi karena waktunya sangat mendesak, maka saya beranikan diri dan posting di sini. Mohon maaf sebelumnya. Persoalannya, dalam waktu 24 hari mbak Rina Fitria, seorang mahasiswa asal Indonesia yang ikut orang tuanya yang studi ke Amerika dan akhirnya bisa kuliah di sini ternyata menderita kanker, Non Hodgkin Lymphoma, dan membutuhkan US$180,000 untuk kebutuhan operasi. Harapan saya informasi ini bisa disebarluaskan ke seluruh pelosok dunia.
Dalam waktu kurang dari 24 hari harus terkumpul dana sebanyak US$ 180,000 karena mbak Rina tidak memiliki asuransi kesehatan, dan statusnya sebagai mahasiswa asing tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan sumbangan dari pemerintah negara bagian Oklahoma maupun pemerintah Federal Amerika.
Persatuan mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) dari Oklahoma berhasil memasang Chip-In widget untuk mengumpulkan dana lewat Paypal kepada keluarga mbak Rina. Saya sendiri sempat menulis beberapa posting baik yang berbahasa Inggris di http://www.atanone.net atau yang berbahasa Indonesia di http://28oktober.net . Harapan saya teman-teman blogger di manapun anda berada yang sempat membaca informasi tentang mbak Rina Fitria bersedia menyebarkan informasi ini. Tak peduli berapa kemampuan anda, sejauh anda punya Paypal Account anda bisa ikut menyumbang buat kepentingan mbak Rina Fitria ini akan sangat menolong.
Saya pikir mas Jauhari pernah bilang kalau Paypal kenakan biaya proses dan mungkin ada batasan minimal sekitar $2. Mohon bantuan mas Jauhari untuk memperjelas informasi ini.
Sekali lagi info tentang mbak Rina Fitria bisa dibaca juga di situs PERMIAS http://www.orgs.okstate.edu/iosa/rina.html (maaf, bahasa Inggris) begitu juga di blognya mbak Rina di situs CaringBridge http://www.caringbridge.org/visit/rinafitria.
Semoga bloggers Indonesia bisa bersatu dan ikut membantu saudara/i yang sangat membutuhkan bantuan kita semua. Semoga dan banyak terima kasih sebelumnya.
=========================================
Kalau udah punya paypal, dan mau nyumbang, langsung aja ke sini ya
Blog memang membuat dunia seperti tak berjarak.
Tapi bagaimana dengan rasa kemanusiaan? Harus terputuskah karena jarak?
1 comment July 10, 2008
T3: Tuhan Tau yang Terbaik
Tahun 2007 yang lalu, saya punya banyak rencana untuk tahun depan, ya tahun 2008 ini. Apa yang saya tulis di resolusi 2008 saya di blog beberapa bulan lalu hanya seperti puncak gunung es, ada yang lebih besar lagi.
Sekarang, di pertengahan tahun, baru sudah bulan Juli, dan ada banyak kejutan yang saya dapatkan. Rencana yang saya susun, (awalnya) tidak berjalan dengan baik. Sempat buat uring-uringan, untung nggak lama, cuman sebulan
Now, I start to see the silver lining. Yah, mungkin rasanya seperti kalau udah niat bangeut liburan ke Eropa. Semua sudah siap: tiket, akomodasi, biaya, termasuk kostum musim dingin (halah!). Tapi ternyata visanya ditolak! Sebal, tentu. Tapi, ternyata lagi, dapet undian gratis jalan-jalan ke China…Not the same as what you wanted, but still great
Ntar aja saya cerita lengkapnya, di wrap up akhir tahun (kalau inget), cause I feel that much more surprises are about to come
Don’t know what, but I guess it will be another exciting year. VIVA 2008!
why rainbow?
sometimes you gotta catch up with the rain, in order to see the rainbow
2 comments July 10, 2008
quote
Kesuksesan kita 5 tahun ke depan ditentukan oleh apa yang kita baca (ilmu dan wawasan), siapa yang kita kenal (networking dan silahturahim) dan bagaimana kita mengaplikasikannya (praktek dan ikhtiar) - Eko June, TDA
Add comment July 9, 2008
uang pertama dari internet
Yuppiiieeeee…dapet 50 ribu!!! hihihi…
pasti pada bilang ‘kok gak banyak?’, gak papa deh, namanya juga rezeki, alhamdulillah aja hehehe…
Jadi, karena pengen bangeut belajar buat website (salah satu resolusi tahun 2008 hehehe), saya daftar belajar cara buat website dengan wordpress, di situs ini. Ternyata, kemudian ada yang beli juga, dengan afiliasi saya, dan saya dapat komisi 50 ribu hihiih…Padahal saya nggak promosi, nggak ngapa-ngapain…Dapet e-book dan banyaaaakkk bonusnya aja aja saya udah seneng bangeut kok
Bonusnya:
1. Script PHP WordPress siap pakai dan selalu terupdate
2. 3000 lebih themes WordPress (lucu-lucu hiihhi saya sampe berkunang-kunang milih)
3. Ratusan Plugins WordPress
4. Software-software pendukung instalasi WordPress
5. Ribuan artikel-artikel untuk mengisi web AdSense.
6. Ensiklopedia WordPress versi Offline
Makasih ya cafebisnis
PS: sekarang cari waktunya yang susah untuk buat websitenya huhuhu ![]()
4 comments July 3, 2008






